travelblogger

travelling3

travelling

flash

Thursday, March 23, 2017

6 ALASAN CEWEK TRAVELER LEBIH KEREN



Travelling sekarang sudah bukan lagi hanya mimpi  dan hanya bisa dilakukan orang-orang berduit atau kaum borjuis. Travelling sudah bisa dilakukan oleh orang-orang yang berstatus menengah kebawah dengan perhitungan yang sangat sistematis dan persiapan yang matang. Bahkan travelling sekarang sudah bisa dikategorikan sebagai hobi bagi sebagian orang, termasuk salah satunya saya sendiri hehe.

Dengan banyaknya promo tiket-tiket murah dari berbagai maskapai, baik penerbangan domestik maupun luar negeri, efeknya adalah bertambahnya jumlah traveler. Dengan hobi di dunia travelling, membuat kita bergaul dan bertemu banyak traveler lainnya. Dari berbagai orang-orang yang senang bepergian baik cowok maupun cewek, banyak sekali dampak positif yang mempengaruhi perangai dan sifat serta kebiasaan mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai seorang traveler, ya saya traveler --walaupun ga ada yang ngakuin* membuat saya banyak berkenalan dan bertemu teman-teman baru dalam dunia travelling ini. Dari berbagai teman-teman baru ini, banyak hal-hal unik dan seru yang saya temui, termasuk ikut organisasi dan komunitas travelling.

Dari sekian banyak teman-teman, saya memperhatikan cewek-cewek traveler --beneran memperhatikan ya secara harfiah :D*. Entah kenapa aku melihat mereka dengan pandangan yang sangat-sangat positif, apakah ini cinta #plak. Dari keseharian mereka, cara mereka bertutur sapa, sampai tatacara mereka kepada orang lain, bagiku cewek-cewek ini terlihat sangat keren.

Keren? ehm bukan tanpa alasan aku mengatakan keren, bukan cuma sekali dua kali bertemu dan bertatap mata langsung akhirnya jadi suka dan akhirnya jadi jodoh --mulai meracau*. Tapi karena saya sendiri sudah sering bepergian bersama cewek-cewek dan bergaul sehari-hari bersama mereka. Dan sebagai bahan pertimbangan bapak-ibu bersama ini saya lampirkan alasan saya melamar anak bapak-ibu, #eh. Daripada saya makin terbawa suasana, berikut alasan kenapa cewek traveler lebih keren, check it out.

MANDIRI
Pertama kali alasan aku jadi suka travelling adalah temanku sendiri yang sudah lebih dulu cus kesana kemari, maksudnya sudah sering kemana-mana. Dan hebatnya dia adalah perempuan. Berkat temanku ini aku belajar untuk rajin melihat tiket-tiket murah. Belajar mengatur rute perjalanan, mengatur cuti dan lain sebagainya.

My first travelmate Krisna
Dengan kata lain, si cewek temanku ini sudah mengajariku untuk mandiri dan tidak tergantung dengan travel agent ataupun orang lain. Dapat dilihat sendiri, tanpa kusadari temanku ini sangat mandiri dan bisa mengatur sendiri perjalanannya. Sudut pandangku tentang wanita yang biasanya manja, banyak tergantung dengan cowok sirna seketika.

Cewek yang sudah sering melakukan traveling sendiri maupun bersama teman-temannya, biasanya akan lebih bersifat dewasa dan pandai mengatasi situasi kritis dan dapat berfikir cepat. Hal ini tidak terjadi dalam semalam, tapi dengan pengalaman yang sudah berkali-kali didapat dalam perjalanan dan pergaulannya. Kalau ketemu cewek ini ga usah mikir lama-lama langsung lamar aja --maunya banget ini*.

MODIS
Sebelum bepergian ke tempat lain, tentunya kita akan memperhatikan musim, cuaca dan pakaian apa yang pantas untuk dipakai disana. Untuk urusan outfit, cewek-cewek sudah pasti lebih unggul dan lebih banyak tahu. Karena wanita lebih banyak pernak-pernik dan modelnya di dunia fashion, hal in membuat para cewek dapat berkreasi dengan banyak hal untuk tampilannya.

Salah satu teman traveler Mpie
Biasanya para ladies ini sangat-sangat memperhatikan apa yang mereka pakai, hal ini memang terlihat dari teman-temanku yang sudah sering melancong kemana-mana. Mereka sangat pandai menentukan dresscode apa yang akan dipakai sebelum mereka pergi. Tidak hanya untuk travelling, bahkan di kegiatan sehari-haripun mereka terlihat modis dan trendi.

Modis traveler @mierapelangi
Dalam setiap acara cewek-cewek ini bakal menyesuaikan diri dalam pakaian mereka. Meskipun efeknya sebagai cowok ganteng --ini gantengnya tahu sendiri lah menuju ke siapa* harus sedikit menunggu lebih lama buat cewek dandan dan berpakaian, plusnya ya si cewek ini akan menjadi perhatian dengan pakaiannya yang pas. 

PANDAI BERHEMAT
Satu lagi hal yang sangat positif dari cewek-cewek yang hobi travel itu ya mereka itu super hemat, tapi bukan pelit loh. Karena travelling itu butuh modal yang tidak kecil, kita mesti pinter untuk mendahulukan mana yang lebih diprioritaskan untuk dibelanjakan. Dan bukan rahasia lagi kalau cewek itu lebih pinter dalam mengatur keuangan.

Queen of BPJS @mierapelangi
Cewek traveler lebih pintar lagi dalam mengatur keuangannya, meskipun berhemat mereka tetap bisa mengatur mana yang harus diutamakan. Salah satu temanku yang sangat pintar dalam hal ini adalah @mierapelangi, kami disini memanggilnya the queen of bpjs (budget promo jiwa sosialitas). Ada-ada saja promo menarik dan murah yang dibagikannya kepada kami setiap hari, untuk lebih lanjut tentang promo bpjs silahkan baca disini.

SOLIDARITAS TINGGI
Baru-baru ini di kotaku Palembang yang tercinta ini, ada seorang tourist dari Norwegia bernama Karin yang dijambret. Seluruh barang-barang penting seperti uang, kartu kredit, passport, laptop dan lainya dalam tasnya yang dijambret raib. Kebayang kalau saya yang lugu ini mengalami hal tersebut di negara lain, panik, cemas dan takut bercampur jadi satu.

Karin bersama teman-teman backpacker Palembang
Beruntung si Karin ini tadi bertemu dengan teman-teman komunitas travelling di Palembang, dan kembali teman kami si @mierapelangi bersama rekan-rekan membantu sampai dia kembali mendapatkan passport baru dan bisa kembali melakukan rencana travellingnya seperti yang sudah dia susun.

Salut dan empat jempol kuberikan untuk mereka, betapa mereka menunjukkan solidaritas sesama traveler meskipun bukan teman dekat ataupun keluarga. Dan cewek-cewek ini makin menambah rasa kagumku pada mereka. Cewek-cewek traveler biasanya lebih care dengan teman-temannya dan suka berbagi, dan semoga nanti ada yang mau berbagi tempat di pelaminan --aminkan saja deh :D*.

SMART

Salah satu teman traveler (Chua)
 Setelah mandiri, modis dan perhatian, tentunya seorang traveler ini adalah tipikal yang smart dalam banyak hal. Tanpa persiapan yang baik seseorang akan tersesat dan bisa jadi malah budget yang sangat besar karena ketidaktahuan dan perhitungan yang tepat. Bukan orang yang tanpa pemikiran panjang dan sistematis yang mempunyai hobi travelling, melainkan orang-orang yang sudah terintegrasi, berfikiran maju, berwasan luas dan rajin membaca serta hafal pancasila --mikir keras hubungan pancasila*. Tidak perlu ragu lagi se-smart apa cewek-cewek traveler, dengan banyaknya foto-foto dan tulisan atau status tentang perjalanan mereka bisa kita lihat pola pikir dan seberapa pintar mereka.

SOPAN DAN PANDAI BERGAUL
Mungkin sudah kodrat atau pembawaan lahir, kalau cewek itu lebih sopan ketimbang cowok, tapi saya tipe cowok yang sopan loh --pembelaan diri :D*. Dari banyak teman traveling cewek yang saya perhatikan, kebanyakan mereka jauh lebih sopan dan sangat baik dalam membawa diri mereka ditengah-tengah masyarakat, baik dalam pergaulan sehari-hari maupun lingkup yang lebih besar.

Teman traveler dan pernah sekantor (Maria Li)
Sikap dan tabiat ini mungkin didapat dari banyaknya mereka dijalan ketika melakukan trip. Dari perjalanan mereka, para cewek ini mungkin lebih banyak belajar tatacara dalam masyarakat setempat. Dengan tabiat ini, kebanyakan para cewek ini lebih supel dan banyak diterima dalam pergaulan mereka.

Demikian tadi alasan kenapa cewek-cewek yang punya hobi travelling terlihat keren dimataku, semoga dengan membaca ini ada cewek satu yang suka travelling nyangkut suka sama penulis, ya kamu, kamu yang lagi senyum-senyum.

Dont stop dreaming because everything comes from dream.

Wednesday, March 15, 2017

JELAJAH BEBERAPA PASAR PALEMBANG : Kulu Kilir Peh



Pada Minggu lalu kami berkesempatan untuk mencoba menjelajah beberapa pasar iconic di Palembang. Pasar? Ya pasar, pasar tradisional. Pasar dimana tempat “biasanya” ibu-ibu belanja kebutuhan sehari-hari seperti sayur-sayuran, buah-buahan, bumbu-bumbu dapur serta alat-alat dapur lainnya.

Tujuan kami kali ini sebenarnya dalam rangka sebuah acara komunitas backpacker yang akan digagas pada dua bulan mendatang nanti. Demi terlaksananya acara tersebut kami bertugas untuk meng-explore pasar-pasar tradisional yang masuk dalam list untuk acara nanti. Aku yang tampan ini ikut serta untuk meramaikan --yang bagian tampan jangan terlalu fokus*.

Adapun agenda yang dilakukan dalam penelusuran pasar ini --duh ile penulusuran* untuk melihat-lihat apa saja ciri khas yang ada disana, baik berupa kuliner, bahan makanan serta tempat-tempat unik yang bisa dijadikan clue untuk games acara nanti. Dari sekian banyak pasar, terpilihlah beberapa pasar-pasar tradisional untuk dijadikan bagian dari hidupku acara nanti. 

Meeting point (Monpera)
Meeting point kami pertama di seputaran Monumen Ampera (Monpera) yang terletak di dekat area Benteng Kuto Besak. Pasar pertam yang kami tuju adalah pasar 10 Ulu, untuk menuju kesana bisa melalui getek, semacam perahu yang biasa digunakan untuk menyeberang di sungai musi. Getek ini banyak terdapat di pinggiran sungai kawasan BKB. Masyarakat biasanya menggunakannya untuk menyeberang dari daerah Ulu ke Ilir atau sebaliknya.

Kekinian biar ga disangka hoax :D
Agar lebih menarik, karena jarak menyebrang yang tak terlalu jauh, kami mencoba jalan kaki melalui jembatan Ampera --padahal ngomong aja penghematan :D*. Di daerah 10 Ulu ini terdapat kelenteng Dewi Kwan Im yang instagramable. Karena kami fokus ke pasar aku tak sempat menjepret kelenteng itu dengan kamera baruku, maaf ga mau pamer :D.  

Jalan kaki di Ampera
Meskipun terbilang warga Ulu, sejak dibangunnya pasar ini baru kali ini aku berkesempatan masuk pasar ini secara langsung hehe. Dari sudut luar, pasar ini terlihat megah dan kokoh, kamipun masuk kedalam untuk melihat-lihat apa saja yang ada didalamnya. Seperti pasar pada umumnya, disini diisi beragam penjual seperti sayur mayur, daging, buah-buahan sampai peralatan rumah tangga.

Pasar 10 Ulu
Ketika didalam tampak teman-teman mulai mencatat dan melihat-lihat apa saja yang bisa dijadikan clue atau bahan untuk games atau apa saja yang bisa dijadikan alat yang sesuai dengan acara nanti. Aku sendiri cuma celingak celinguk di dalam, sudah tak ingat lagi aku kapan terakhir kali masuk pasar tradisional seperti ini --please jangan dibully :D*

 
Bagian dalam pasar 10 Ulu
Bagi ibu-ibu atau "mungkin" bapak-bapak yang biasa belanja ke pasar untuk kebutuhan sehari-hari ataupun bulanan rasanya di pasar ini sudah menyediakan semuanya. Puas melihat-lihat bagian dalam, kamipun bergerak keluar untuk melihat-lihat lagi kalau-kalau ada yang menarik seperti kamu. Langkahku terhenti ketika melihat makanan tradisional.

Makanan tradisional yang masih ada di Pasar 10 Ulu
Kami berhenti sejenak untuk melihat-lihat makanan tradisional yang sering kumakan ketika masih kanak-kanak, jaman ketika aku masih sangat imut --please jangan muntah di sembarang tempat*. Harga makanan-makanan ini juga relatif murah, mulai dari seribu rupiah sampai lima ribuan. Berhubung aku belum sarapan, aku membeli beberapa untuk dimakan selama dijalan nanti.

Kira-kira buat apa nih?

Kami kembali berjalan di sekitar luar pasar 10 Ulu, di tepi luar terdapat penjuala bumbu-bumbu dapur seperti terasi, asam jawa, sampai penjual kopi. Kami sempat singgah di lapak bapak-bapak yang menjajakan bunga untuk pernikahan kita sesajian atau acara-acara ritual. Kami melihat-lihat apa saja yang ada di lapak si bapak, ternyata kebanyakan untuk pengobatan.

Setelah kami rasa cukup melihat-lihat dan mencatat apa saja yang bisa dijadikan bahan nanti, dan karena fans ku mulai berdatangan #plak kami pun kembali ke arah Ampera, tepatnya di bawahnya. kami berencana kembali ke kawasan Benteng Kuto Besak untuk kembali bersama teman lain yang terpisah untuk memantau pasar lain.

Dermaga getek di bawah Ampera sebelah Ulu

Setelah sampai di bawah Ampera, aku ingin mencoba untuk naik getek untuk kembali ke BKB, dan karena hayati lelah juga #eh. Dari getek ini kita bisa menikmati pemandangan Ampera dari sudut yang berbeda, ya anggap saja bonus penghilang capek ketika berjalan kaki tadi dan sempet muter-muter di pasar 10 ulu. Dan tanpa drama hidup tak berwarna, ditengah-tengah perjalanan ada getek yang berlawanan arah menabrak getek kami. Untungnya tak ada yang terluka, hanya bagian depan getek sedikit rusak, dan tentunya karena aku yang saat itu duduk di depan sedikit mengalami guncangan batin --ya elah*

Sampai di Benteng Kuto Besak kami kembali bersama-sama menuju pasar berikutnya, tujuan berikutnya adalah pasar KM. 5 atau orang palembang menyebutnya dengan sebutan "pasar palimo". Untuk menuju kesini bisa menggunakan bus atau angkot yang menuju Km 5 atau Km 12.Tak jauh beda dengan pasar sebelumnya, barang yang dijualpun beraneka ragam, hanya saja pasar ini ternyata lebih besar dan lebih banyak pilihan barang yang bisa kita beli disini.

Tampak depan
Bagian depan
Tampak dari atas

Silahkan yang mau beli :D
Karena tujuan kami hanya untuk melihat-lihat dan mencari sumber bahan untuk games atau clue kami sibuk mencatat-catat dan mengambil gambar di sekitar. Kalau kami tak dikejar waktu pasti aku sudah khilaf berbelanja disana. Untungnya teman-temanku yang lain selalu mencegat niatku itu --duh ile bang bahasamu**.

Well, tujuan selanjutnya adalah Pasar Cinde, saat ini pasar cinde ini sedang dalam tahap renovasi untuk dijadikan pasar yang lebih modern. Untuk menuju kesini dari pasar km 5 kita cukup naik angkot lagi sekali lagi. Peserta games nanti boleh menggunakan moda apapun yang dirasa lebih cepat dan sesuai dengan budget yang sudah ditentukan
 
Tampak dari depan



Inilah hasilnya

Meskipun tak banyak yang bisa dilihat, kami tetap masuk ke hatimu dalam untuk melihat-lihat apa saja yang ada disana. Di dalam bangunan Cinde ini yang paling mencolok adalah tukang jahit baik bordir maupun mesin jahit biasa. Kami mencoba membuat bordiran nama di topi dan pakaian kami, dengan terampil penjahitnya membuat ukiran nama kami dengan mesin jahit khusus bordiran.

Salah satu jualan di dalam
Tak sampai 10 menit bordiran kami selesai, dan harga yang diberikan MURAH MERIAH, asal bisa tawar menawar. Pasar Cinde ini berdekatan dengan pasar mawar, di pasar mawar ini juga kita bisa menemukan apa saja --kalau bisa sih menemukan jodoh juga :D*. Konon katanya disini dulu ada bioskop besar bernama Mawar. Setidaknya seperti itulah yang kudengar.

Bagian luar
Bagi pencinta batu cincin, disini juga terdapat pusat penjualan batu akik, bukan batu berlian ya ladies hehe. Disarankan untuk datang pagi-pagi kesini kalau mau berburu barang-barang murah dan banyak pilihan. Beneran deh, disini kita bisa dapat apa aja yang kita mau, anyway kalau ada abang-abang manggil buat beli DVD, be careful ya, kadang isinya beda --pasti senyum-senyum*

Pasar Kuto

Selesai dari Pasar Cinde, kami bergegas menuju pasar kuto, moda yang digunakan tetap angkot. Pasar kuto ini berlokasi di areal keturunan Arab. Ketika sampai disini pasar sudah tutup, ternyata pasar ini hanya aktif di pagi hari dan siangnya hanya pedagang-pedagang diluar yang masih menjajakan jualannya. Yang unik dari pasar ini adalah kamu bersamaku #eh. Di areal pasar ini, tepatnya di luar kita akan selalu melihat pedagang duren, ya buah duren bukan duda keren ya, entah saat musim ataupun tidak kita akan tetap melihat jualan duren disini.


Karena tetap pada misi menemukan clue, kami mencoba melihat-lihat dagangan apa saja yang dijual diluar pasar ini. Dan hasil memang tak pernah mengkhianati usaha, kami menemukan jualan makanan-makanan tradisional khas dari Palembang banyak dijajakan disini. Ya setidaknya kami tidak pergi dengan tangan kosong dan hampa seperti ketika baru ditinggal pacar --ga ada hubungannya*. Karena sudah siang dan perut sudah tak mau kompromi, kamipun menyempatkan diri untuk makan siang dulu disini.

Bangunan Pasar 16

Tujuan terakhir adalah pasar yang paling iconic di Palembang, "Pasar 16", disebut pasar 16 karena lokasinya yang terletak di kawasan 16 Ilir. Kalau ke Palembang pasar ini wajib untuk dikunjungi, kita bisa menemukan banyak barang yang kita cari disini dengan harga murah meriah, tapi tetap tawar menawar. Pasar 16 ini terdiri dari 5 lantai. Kami pun menyusuri lantai per lantai untuk melihat-lihat apa saja yang ditawarkan pasar ini dan tetap dengan tujuan awal, untuk acara komunitas Backpacker Indonesia Palembang.



Banyak sekali barang-barang yang dijajakan di pasar 16 ini, tinggal pintar-pintar kita untuk tawar menawar. Disini harus berani nawar sadis loh, saya yang tidak bisa sadis dan sangat rapuh kalau belanja-belanja sepertinya tidak terlalu cocok untuk belanja disini #pencitraan. Semua barang kebutuhan dari balita sampai lansia bisa ditemukan di gedung pasar 16 ini.

Lantai atas, perlu banyak pembenahan

Pemandangan dari lantai atas Pasar 16

Pada bagian paling atas, tampak kurang tertata dan masih perlu sentuhan untuk membuat pengunjung lebih tertarik untuk melihat-lihat. Pada bagian atas ini kita bisa berselfie atau wefie bersama teman dengan latar belakang Ampera yang sudah tersohor. Di bagian luar pasar ini juga banyak pedagang buah-buahan dan sayur mayur serta lauk pauk. Kami akhiri perjalanan kami hari ini di Pasar 16 ini, semoga sukses acara Kulu Kilir Peh yang kedua nanti.

Dont stop dreaming, because everything comes from dream



Thursday, February 23, 2017

TRIP SINGAPORE MALAYSIA VIA DARAT



Pernah suatu kali aku memutuskan untuk mencoba trip Singapore ke Malaysia melalui jalur darat dengan moda angkut bus. Perjalanan kami mulai dengan naik MRT menuju stasiun Bugis di Singapore, ketika sampai di stasiun Bugis, langsung saja kami mencari Queen ST, sempet muter-muter dan bertanya kesana kemari sampai-sampai hopeless dan hati lelah, ternyata letaknya tak jauh dari stasiun MRT tadi.

Petualangan mulai dari stasiun Bugis bersama travelmate Arman
Di penghujung Queen Street ini terdapat semacam pangkalan bus ke banyak tujuan, kami langsung membeli tiket berdua untuk ke Larkin, Johor Bahru. Tiket satu orang dikenai seharga 3,3 Dollar Singapore. Dan petulangan untuk mencari jodoh dimulai #eh. Setelah menunggu sekitar 5 menit, bus pun mulai berjalan menuju Larkin. Sebaiknya siapin snack dan minuman selama di jalan karena perjalanannya lumayan panjang dan bus tidak berenti untuk istirahat.

Wednesday, February 15, 2017

COWOK KOK SUKA BOLLYWOOD?




Sumber gambar sini
Bollywood? Why bollywood
Kok nontonnya bollywood sih kayak nggak ada film lain aja! Ini rata-rata balasan teman-teman kalau kuajak nonton bareng  film bollywood, ya bollywood Industri perfilman India.

Banyak teman-temanku yang ketika baru kukenal agak shocked ketika pertama kali melihatku mendengar lagu-lagu bollywood atau memutar video-video dari film bollywood , mungkin karena aku muternya sambil joget-joget kali --ya iyalah, gubrak*.

Thursday, February 9, 2017

TIPS BELANJA ONLINE DENGAN AMAN DAN NYAMAN



Ketika Online Shopping sudah menjadi kebutuhan, perlu dengan bijak dan seksama untuk memilah-milah situs mana atau perangkat mana yang perlu digunakan untuk belanja tersebut. Dengan tipikalku yang ramah, santun dan baik hati #huekk,  aku ini paling males kalau harus belanja nawar-nawar dan berkotor-kotor ria dan berdesak-desakan pas belanja --kecuali berdesak-desakan sama kamu :D*.

Sumber gamabar sini
Untuk mengatasi kemalesan dan keribetanku tadi, belanja online adalah solusinya. Cepat, nggak ribet, banyak pilihan dan harga bersaing. Tapi selain nilai plus tadi, banyak juga kejadian tak mengenakkan dalam online shopping ini, untungnya saya yang tampan ini tidak pernah mengalaminya --siapin wadah muntah :D*.

Tuesday, January 31, 2017

KAMU SAKIT APA?




Beberapa saat yang lalu aku tak sengaja membaca status facebook dari blogger kece www.omnduut.com tentang adab menjenguk teman yang sakit dari artikel blog myburumpi.wordpress.com  yang di-share di berandanya. Setelah membaca blog tersebut, I am 100% agree, even I can’t more agree. Sadar atau tidak kebiasaan yang kita lakukan saat menjenguk teman atau keluarga yang sakit malah memperburuk keadaan yang sedang sakit --what? tanya kenapa*.

source
Dari beberapa hal yang dipaparkan tersebut, aku sangat sangat sangat sangat kesal dengan beberapa point terutama becandaan yang mungkin tanpa sadar menjatuhkan semangat si penderita penyakit. “Kemaren tetanggaku juga sakit gini, susah emang sembuhnya”, “kemaren si anu juga sakit gini, terus sekarang udah ga ada orangnya”, hello cukup bercanda atau berkata seperti ini, teman yang sakit justru lebih butuh kata-kata penyemangat.

Monday, January 30, 2017

APA BAGUSNYA INDONESIA?




Sumber gambar sini
Pernah suatu hari temanku yang cantik membuat status di sosmed “pengen deh bisa jalan-jalan ke negara A dan B”. Seketika ada yang komen “apa bagusnya ke negara tersebut cuma ada ini dan itu, mending ke negara C aja, lebih menarik banyak ini dan banyak itu”. Yang membuat status tadi belum pernah keluar negeri, dan yang komen tadi sudah beberapa kali melakukan perjalanan luar negeri. Aku hanya bisa tersenyum getir karena aku juga ikut komen sebelumnya dan memberi saran untuk menabung dan mulai giat mencari tiket promo.

Tuesday, January 24, 2017

BEBERAPA SIFAT BOSS DAN ATASAN YANG MEMBUAT BANYAK PEGAWAI RESIGN



Bekerja dengan suasana dan proses kerja yang kondusif dan membuat nyaman merupakan salah satu point terpenting untuk membuat pegawai atau sfaff-staff yang kompeten bertahan. Terkadang atasan-atasan banyak lupa kalau mereka juga membutuhkan pegawai-pegawai yang terbaik untuk kemajuan perusahaan atau usaha dagangnya --lupa? beneran lupa atau pura-pura lupa*.
 
Sumber gambar sini
Dari sekian banyak tempat kerja yang pernah kujalani --ehm ehm dijalani*, ada banyak sekali faktor-faktor yang membuat pegawai atau staff yang kompeten lari dari perusahaan atau usaha dagang tempatnya bekerja. Baik dari segi pekerjaan, hubungan dengan sesama pegawai, ataupun hubungan dengan atasan pada dasarnya haruslah seimbang dan berjalan dengan baik.

Sunday, January 22, 2017

BEBERAPA TEMPAT YANG INGIN KUDATANGI DI KASHMIR, INDIA


Ketika saya memberi tahu teman-teman bahwa aku akan pergi ke India dalam waktu yang tak lama lagi, tak sedikit cibiran dari teman-teman --sabar mas sabar*. “Ngapain harus ke India sih, dah jorok, ga aman, macet, crowded” begitu rata-rata yang kudengar. Well, mungkin tak salah ya banyak paradigma yang berfikir seperti tadi, mengingat banyaknya berita kekerasan terhadap wanita dan pengalaman-pengalaman teman-teman yang pernah kesana.

Sumber gambar sini

Dalam beberapa bulan ini saya coba bertanya-tanya dan mencari informasi seputar India, tentunya untuk mempermudah ketika kami disana nanti. Tetap ada pro dan kontra tentang India, tapi hati ini masih tetap ingin bersamamu dek, eh bukan bukan. Dengan banyaknya cibiran dan warning dari teman-teman, saya tetap membeli tiket dari Kuala Lumpur ke Delhi.