bloom

flash

Tuesday, December 27, 2016

TERKUNCI DI KL SENTRAL



Sepulangnya kami dari Phuket Thailand (cerita lengkapnya disini) menuju Kuala Lumpur, kami langsung ngemper di bandara KLIA 2 karena kedatangan kami sudah sangat larut. Besok paginya, kami langsung menuju KL sentral dengan aero bus. Tak kurang dari satu jam perjalanan dari bandara KLIA 2 ini menuju KL Sentral.

Thursday, December 22, 2016

THE SAME DAY TRIP BATAM : Trip Dadakan di Batam



Masih sisa cerita dari Singapore, pada pagi terakhir disana kami langsung menuju ke Harbor Front melalui stasiun Clarke Quay di dekat hostel kami menginap. Jarak ke Harbor Front tak lebih dari 30 menit. Tujuan berikutnya adalah ke kota Batam via ferry dan nantinya akan dilanjutkan ke Palembang pada malam harinya.

Monday, December 19, 2016

TRIP 2 HARI DI SINGAPORE



Menjelang penghujung tahun ini ada banyak visi yang belum terselesaikan, masih banyak rencana yang dibuat diawal tahun yang belum terealisir. List-list yang harus dicapai bahkan tak sampai 70% yang tercontreng. Rencana tinggal rencana, akhirnya keadaan dan dompet juga yang menentukan hasil ---ini bahas apa ya mas?.

Daripada menyesali nasib dan menunggu jodoh yang tak kunjung datang #eh kebetulan di pertengahan bulan ada libur 3 hari, tepatnya 3 hari dua malam. Daripada cuma bengong di rumah aku akhirnya memutuskan untuk liburan selama 2 hari di Negeri dengan icon Singa dan sehari di Batam.

Thursday, December 8, 2016

TIPS MEMANFAATKAN KARTU KREDIT UNTUK TRAVELLER : Menaikkan Limit dan Mendapatkan Kartu Kredit Bank Lain


Suka jalan-jalan? Sudah punya kartu kredit?
Sumber sini
Jika jawabanya iya berarti anda punya peluang untuk menaikkan limit dengan cepat dan juga peluang untuk mendapatkan kartu kredit lain juga lebih besar. Tahukah anda hobi anda travelling itu akan sangat memudahkan anda untuk mendapatkan kartu kredit lain atau menaikkan limit anda dengan lebih cepat. Dengan kartu kredit yang anda pegang ---mau donk mas dipegang #skip* sekarang anda bisa memanfaatkan untuk banyak hal, bahkan mendapatkan tiket gratis.

Monday, November 28, 2016

MY ALA ALA FRIENDS :The Traveller Genk


Untuk catatan kali ini rasanya tidak terlalu penting ---terus ngapain dibuat mas?? #terserah gue donk*. Ya karena ini blog saya dan saya tidak dilarang untuk menulis apapun selagi tidak menyinggung pihak lain, terserah gue dong #curhat. Iseng-iseng pengen nulis nih tentang teman-teman terdekat yang paling sering nongkrong bareng sejak beberapa bulan ini.



Monday, November 21, 2016

PERSIAPAN SEBELUM TRAVELLING : Smart Traveller



Packing packing, terbang lagi kita ---kita?? Loe aja kali mas #ok fine.
Tiket sudah dibeli, hotel sudah dibooking, sungkem sama ortu dan calon mertua sudah mari berangkat bibeh. ---Sek sek mas, kalau mau berangkat apa aja yang mau dibawa?* Harus mikir dikit nih apa aja yang perlu disiapin sebelum travelling. Apalagi kalau tergolong baru mau coba halan-halan pasti bingung apa saja yang harus dipersiapkan.

source

Friday, November 18, 2016

MEMANFAATKAN PROMO DAN DISKON DENGAN BPJS : Budget Promo Jiwa Sosialita



Sejak beberapa bulan terakhir ini saya coba ikut group “Backpacker International (BI)” di Facebook. Karena banyaknya anggota dari Palembang suatu hari aku membuat posting di beranda group itu, postingnya kira-kira seperti ini “Ada member yang dari Palembang nggak ya, kita meet up yuk”. Ada beberapa yang merespon dan kamipun saling add satu sama lain. Akhirnya kami sepakat untuk membuat group di Whatsapp, waktu itu pesertanya hanya 5 orang tapi obrolannya bisa ratusan perhari ---duh ile ga ada kerjaan ya?*
Komunitas BI Palembang klik untuk cek group BI pusat

Monday, November 14, 2016

9 MANFAAT TRAVELLING BERSAMA TEMAN DAN SAHABAT

Kalau mau tahu seberapa kuat, tangguh, cekatan kita, cobalah solo travelling. Disini kita hanya mengandalkan diri sendiri dan benar-benar kita akan sadar sampai dimana batas yang bisa kita raih. Menjadi solo traveller memang keren, tapi bepergian bersama teman atau sahabat jauh lebih mengasyikkan loh ---apalagi kalau jalannya sama dedek ya mas #whatever.
Sumber sini

Friday, November 11, 2016

MENYAMBUNG SILAHTURAHMI DENGAN TELKOM




Dijaman yang sudah canggih ini segala kebutuhan hidup sudah sangat dipermudah. Segala sesuatu bisa dilakukan semudah menyentuh dengan ujung jari. Jauh sangat berbeda bila dibandingkan masa kecilku dulu. Ayahku dan kakakku dulu sering merantau ketika aku masih usia sekolah. Untuk mengetahui kabar mereka hanya dapat mengandalkan surat dari orang lain yang dititipkan saat mereka pulang ke kampug halaman.

Wednesday, November 9, 2016

PHUKET TRIP : Ketika Sakit Disaat Travelling



Setelah pernah bersama-sama bersenang-senang menyusuri Kuala Lumpur, Malaysia. Pada suatu hari di sela-sela jam istirahat kerja, sahabat baikku Krisna Citra Negara, kembali menawarkan untuk trip bareng ke Phuket Thailand. Tentunya saat itu sedang ada promo dari maskapai Air Asia --duh racunnya kuat banget deh*. Setelah cek harga dan tanggal (kembali dengan cara flashpacker) akupun setuju dan segera membeli tiket.

Tuesday, November 8, 2016

MENGECAP CITARASA KULINER INDIA DI PALEMBANG: Mubarok, Dapoer Vandary Mumtaz



Pagi gaess... sapaku di group Whatsapp, isinya teman-teman satu genk yang notabenenya traveller yang pada hobi jalan pastinya. Mau tau nama grupnya? Namanya fantastis, bombastis, dramatis dan tis-tis lainnya. Group kami bernama GENK ALA-ALA, gubrak. Entah apa maksudnya nama genk itu, yang jelas isinya para traveller tampan. Kami punya kebiasaan menghabiskan hari Senin malam bersama, entah itu nonton, karoke, sekedar nongkrong atau makan hanya untuk melepas stress kerja ---jomblo detected*.

Pada suatu masa ketika jemari sedang mengerjakan tugas dinas, ketika mata sedang fokus ke layar monitor, ketika hati tak lagi disakiti ---sadar mas, ini judulnya cerita apa*.  Saat sedang ngobrol, salah satu isi grup tadi mengirimkan foto menu, sudah hal biasa sih kalau ngasih tahu tempat makan yang instagramable dan enak dilidah, tentunya juga kami sering berbagi info trip.

Friday, November 4, 2016

TRAVELLING TANPA BUAH TANGAN: Doakan Teman Disaat Bepergian



 
Bagi teman-teman traveller, kata keramat “jangan lupa oleh-oleh ya”, pasti langsung sakit telinga, apalagi jika yang ngomong tergolong bukan teman dekat, bukan sahabat, bukan tetangga, bukan ketua Rt, bahkan bukan satu Rw ---apa hubungan nya ya #mikir keras*, padahal cuma kenal-kenal aja dan jarang banget ketemu, pas ketemu nanya oleh-oleh, enaknya nih orang dikasih kentut sambil lari ---jangan ditiru*.

Tuesday, November 1, 2016

SERUNYA KE AL-MUNAWAR: Wisata Rumah-Rumah Tua



Bagi teman-teman pembaca yang kebetulan akan/punya rencana untuk mengunjungi Palembang. Selain Benteng Kuto Besak dan Jembatan Ampera yang sudah tersohor, Palembang juga memiliki banyak destinasi wisata yang dapat dikunjungi. Salah satunya Kampung Al-Munawar yang bisa dijadikan salah satu destinasi yang patut dikunjungi. Disini terdapat perkampungan Arab dan berdiri beberapa rumah-rumah yang sudah berusia ratusan tahun. Bagi pencinta sejarah sepertinya destinasi ini wajib untuk didatangi.

Sunday, October 30, 2016

BERTEMU TEMAN BARU DI LUAR NEGERI : Bertemu Zaheer Husain


Cekrekk...cekreekk...cekrekk

Pada suatu sore di KLCC Kuala Lumpur, ketika pertama kali ke Malaysia (rincian perjalanan dan biaya klik sini) tahun 2015 tepatnya bulan Agustus. Seperti kebanyakan orang yang pertama kali mengunjungi tempat wisata di negara lain, langsung norakku keluar :P. Hampir di setiap sudut dari KLCC habis kufoto baik selfie maupun wefie. Pokoknya kalau ada yang merekam aku saat itu di handphone nya pasti bakal kudelete *bila perlu handphonenya kulempar*.

Sunday, October 2, 2016

Suburnya Hiburan Tari India Palembang


Tum phaas ae, yun muskuraye
Tumne na jaane kya sapne dikhaaye
Abto mera dil jaage na sota hai
Kya karo haaye kuch kuch hota hai

#Alka Yagnik & Udit Narayan

Yang lahir di tahun 80-90an pasti kenal lirik lagu ini. Film yang dibintangi oleh Sharukh Khan, Kajol Devgan, Rani Mukherjee dan Salman Khan ini sukses membuat perfilman bollywood begitu hits kala itu di Indonesia. Film yang release tahun 1998 ini membuat banyak dampak perubahan pada selera masyarakat Indonesia akan perfilman India. Dan tentunya membuat semakin banyaknya film-film India diputar di layar kaca.

Thursday, September 29, 2016

LIBURAN 4 HARI DI KUALA LUMPUR


Sebelumnya saya sudah men-sharing kejutan-kejutan di Kuala Lumpur , berikut ini saya coba paparkan itinerary dan rincian biaya selama disana, check it out.

Twin Tower *wajib foto disini :D

Day 1
Kami start dr Palembang, sampai di bandara KLIA 2 sekitar jam 11.30 waktu lokal, kami menggunakan aerobus (11 rm per orang) ke KL sentral, lanjut naik monorail ke bukit bintang (2,5 rm per orang) dan check in hotel di deket monorail Bukit Bintang (rate mulai 60 rm permalam, tergantung kelas dan tingkat kenyamanan), sorenya kami ke KLCC naik go KL dari bukit bintang (gratis) dan hari pertama cuma disitu.

Tuesday, September 27, 2016

KEJUTAN DI KUALA LUMPUR





Kali ini aku ingin menulis cerita pertama kalinya aku ikut penerbangan keluar negeri, tepatnya di negara tetangga Malaysia yang sering bertegangan dengan negara kita. Sebelumnya sih aku tidak terlalu tertarik untuk melanglang buana di negeri orang, karena seperti kebanyakan orang aku berfikir “kenapa harus keluar negeri, toh negeri kita sendiri semuanya lebih indah”. Pemikiran itu sedemikian cepat berubah ketika sudah mencoba menjelajahi sendiri negara yang dikenal dengan semboyan truly Asia, tepatnya Kuala Lumpur. 

Thursday, September 22, 2016

BALI, LAND OF PARADISE


Ping!! Blacberry messenger (bbm) berbunyi pas lagi asyik ngetik kerjaan,
Ternyata dari teman baikku @citra13negara , teman dekat semasa kuliah dulu. Aku dulu memanggil dia dengan sebutan “tante” dan aku dipanggil “om” buat lucu-lucuan di kampus haha. “Om ada promo nih ke Bali, Garuda Indonesa.” Mulai deh racun nih pikirku, langsung kutanya harganya dan benar saja harganya bener-bener murah pake banget. Kuajak dua teman kantor (masih keluargaku) dan satu lagi temanku @riduanmaulana untuk ikut, mereka pun mau, jadilah kami beli tiket untuk bertiga, dan terbangnya masih 10 bulan lagi haha. 

Setelah lama melihat tanggalan untuk tahun depannya, akhirnya kuputuskan pas hari libur Imlek dan kugabung cuti 2 hari, jadilah bakal 4 hari di Bali nanti (still flashpacker). Jauh sebelum ke Bali aku sudah mulai mempersiapkan untuk hotel dan mencari sebanyak mungkin informasi tentang wisata di Bali. Melalui situs OLX aku menemukan kontak penginapan dan juga menyewakan motor, tour yang harganya menurutku lumayan bagus. Akupun memesan 1 kamar untuk bertiga, disini sudah free sarapan. 

Semua persiapan sudah selesai, Bali I am coming bibe. Sejak diatas pesawat saja mataku sudah berkaca-kaca, betapa tidak, ini kali pertamaku melihat laut dan dari atas sudah terlihat birunya lautan. Begitu sampai kami dijemput oleh driver penginapan, kami menginap di dekat pantai Kuta. Kami sampai di penginapan sekitar jam 2 siang waktu Bali, Bali lebih cepat 1 jam dari Palembang. Selesai meletakkan barang-barang kamipun langsung jalan ke pantai Kuta, di sepanjang jalan banyak sekali  penjual yang menjajakan oleh-oleh khas darisana dan juga banyak pijat refleksi mbak-mbak sexy di dekat penginapan kami.


3 Dara eh 3 Jejaka ke Bali (Lucky, Riduan dan pasti tahu hehe)

Inikah Baliku pulau dewataku
Kenapa aku hanya terlihat seperti tamu
Kadang kubertanya apakah dirimu
Kini berubah seperti bule-bule itu
(Abiem Ngesti)
Menikmati sunset di pantai Kuta
Di Kuta ini didominasi oleh visitor, jadi jangan kaget kalau kita seperti bukan berasa seperti di Indonesia, sejauh mata memandang yang terlihat bule dan bule karena pantai Kuta surga bagi peselancar, dan juga tempat yang nyaman untuk yang ingin berenang. Aku yan g baru pertama kali melihat laut, lama terbengong melihat keindahannya, sungguh maha sempurna penciptanya. Tak lama kamipun berenang di laut kuta itu dan hari itu kami abiskan hanya disitu sampai malam. Malamnya kamipun kembali ke pantai Kuta lagi, dan masih ramai, sungguh tak akan bosan berada disini. 


Pantai Jimbaran
Hari kedua kami menyewa motor, kami sepenuhnya mengandalkan aplikasi peta untuk kemana-mana, dan untungnya sinyal sangat bersahabat. Dari Kuta aku memutuskan untuk melihat Pantai Jimbaran dan kamipun pergi, perjalanan hampir memakan waktu 1 jam. Ternyata masih sepi di pagi hari, kamipun hanya berfoto dan langsung menuju Pantai Pandawa. Selama menuju kesana jantung naik turun, karena jalannya benar-benar extrem, naik-turun dan berbelok-belok. Dan perjalanan yang mendebarkan itu terbayar ketika sampai, Pantai Pandawa jauh lebih indah dari Kuta, tetapi berbatu dan berbahaya untuk berenang disini. Selepas dari Pandawa Beach, kamipun menuju Tanah Loth, disini akupun speechless, sungguh keindahan yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata dan dituangkan dalam tulisan, hanya jika mata memandang. Selesai dari Tanah Loth kamipun kembali ke penginapan dan malamnya kembali menikmati suasana Pantai Kuta.

Pantai Pandawa
Keesokan harinya kami memutuskan untuk berbelanja oleh-oleh yang murah, dari informasi yang kami dapat, untuk berbelanja yang lumayan bersahabat di kantong sebaiknya menuju Pasar Seni Sukawati. Motor rental kamipun menuju kesana hari itu, begitu masuk ke dalam langsung disambut dengan berbagai tawaran penjual, lumayan harus tegas ya kalau memang tak berniat untuk membeli. Setelah puas berbelanja oleh-oleh khas Bali, kamipun kembali ke penginapan untuk meletakkan barang yang kami beli dan beristirahat sebentar.


Tanah Loth
Setelah makan siang di warteg muslim dekat penginapan kamipun kembali bermotor lagi. Tujuan kami berikutnya adalah Uluwatu, disini kita akan melihat temple dan banyak sekali kera-kera disini, selalu jaga barang bawaan. Puas melihat-lihat Uluwatu, kamipun balik lagi ke penginapan dan full istirahat dan beres-beres karena besok paginya harus terbang lagi ke Palembang.

Uluwatu
Pagi hari berikutnya kami pun diantarkan kembali ke Bandara, rasanya masih kurang kesana dan akupun membatin harus ke Bali lagi suatu saat untuk mengunjungi tempat lain yang belum kudatangi. Tak salah kalau Bali merupakan destinasi tujuan wisatawan luar negeri, akupun mengakui keindahan dan keramahan para penduduknya (proud of you). Bali the land of Gods, wait me for the next travel

Dont stop dreaming because everything comes from dream.

Sunday, September 4, 2016

JOGJAKARTA, KOTA PELAJAR, KOTA TERPELAJAR



Maret 2015 kala itu libur nasional dan cuti bersama 3 hari dan kugabung dengan cutiku 2 hari, biasa flashpacker again hehe. Ketika itu aku belum punya hasrat untuk keluar negeri karena belum ada teman yang mengajak dan memang benar-benar masih newbie

Ketika itu aku teringat dengan kenalan teman dari grup ku (tari india) yang tinggal di Jogjakarta yang dulu pernah ikut modelling. Aku sempat bertukar kontak bbm dengannya dan dulu sering chatting ketika dia masih di Palembang. Aku coba lagi kirim pesan ke bbm nya, dan sialnya ternyata kontak nya sudah tak aktif lagi. Ya sudahlah, kupikir mungkin belum waktunya ke Jogjakarta yang sangat terkenal di Indonesia. 

Selang 3 bulan aku iseng mencari namanya di Facebook, hurrah I got it, akhirnya aku menemukan akun Fbnya (jingkrak-jingkrak kayak anak TK dapat mainan baru), segera saja kuadd dan kirim pesan. Sayangnya tak segera dapat tanggapan, bahkan dalam sebulan dua bulan belum ada balasan. Mungkin sama seperti bbm nya akun ini pun sudah tak aktif lagi pikirku (sambil banting HP di kasur, bukan di lantai ya). Ok lah, mungkin ke kota lain dulu. 

Waktu libur pun tinggal seminggu lagi, akhirnya aku putuskan ke Jakarta lagi saja, berhubung mau menemui saudara juga. Tiketpun telah terbeli, aku baru membeli tiket pergi tanpa beli tiket balik, entah sebagai petunjuk atau bukan. Setelah tiket terbeli selang beberapa hari temanku pun membalas pesan Facebook ku, what???? “maaf bro baru dibales, hpku baru selesai perbaikan, ditunggu kalau mau ke Jogjakarta”, damn jadi galau kita (elo aja kaleek), ternyata ini mungkin alasan aku cuma beli tiket pergi saja ke Jakarta.
Awalnya ragu mau ke Jogja atau tidak (tapi cintaku kepadamu tidak akan ragu #eh). Soalnya cuma 5 hari, itu juga dipotong 1 hari waktu keberangkatan, efektifnya Cuma 4 hari. Kenapa tidak kucoba pikirku, 2 hari Jakarta 2 hari Jogjakarta, toh aku sudah pernah juga ke Jakarta, cuma akan berkutat dengan macet. Walaupun cuma 2 hari kurasa worth it untuk dicoba, ya kalau memang nantinya terasa kurang lama berarti kode alam buat balik lagi, yups itu prinsipku. Dan fixed, tiket pun terbeli Jakarta-Jogjakarta dan pulang dari Jogjakarta-Palembang.


TERJEBAK MACET JAKARTA DI TENGAH MALAM

Hari keberangkatan pun tiba, dengan riang gembira aku pun melaju bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang untuk ke Jakarta (walaupun harus meninggalkan fans setiaku #ngingau). Seharusnya jam 8 malam keberangkatan, pesawatnya molor sampai jam 10 malam, dongkol kesel pastinya. Saudaraku @akang_cepot (Ryudha) berjanji akan menjemputku sepulangnya acara ultah temannya di Bekasi.
Aku sudah sepakat akan naik bus Damri dari bandara Soekarno Hatta ke Gambir (baru tahu ada moda ini hehe). Cuaca sedang tidak bersahabat, hujan deras dan penerbangan yang delay hampir 3 jam membuatku sampai di bandara lebih lambat, sekitar jam 11 malam. Si Ryu masih menungguku, aku sudah tidak enak hati karena sudah sangat terlambat. Biasanya perjalanan ke Gambir tak sampai 1 jam. Tapi ternyata........jreng jreng jalanan ada beberapa yang lumayan banjir. Dan macet panjang pun terjadi. Kalau ada yang bilang “Jakarta Macet” itu bukan rekayasa, bahkan di tengah malam pun aku terjebak.
Finally, 2 jam kemudian aku baru sampai, karena tak enak hati (again) kusuruh saudaraku untuk ketemuan aja besoknya. Akupun memutuskan untuk mencari hotel di sekitaran stasiun Gambir. Kupanggil seorang bajaj, dia meminta Rp.30.000,- (cukup mahal). Karena sudah malam dan males untuk tawar menawar aku langsung saja naik. Jadinya aku diberentikan di sebuah guest house di daerah Jalan Jaksa. Meskipun tengah malam jalanan ini ramai oleh bule-bule dan orang-orang yang kemungkinan pelancong. Karena sudah terlalu capek, akupun langsung tidur saja.
Paginya, aku langsung naik taksi ke tempat kosan Ryu, di lantai 5, dan lift mati, terpaksa naik tangga (hadeh). Setelah bertemu kami langsung jalan, aku minta dianter ke Tanah Abang untuk suatu urusan (belanja). Lucunya malah si Ryu ini tidak mengerti seluk beluk Tanah Abang, malah aku yang jadi guide. Sorenya kami cari makan, berhubung ramai aku bilang kepada Ryu cari yang sepi aja, dapat dan rasanya amburadul, pantesan sepi. Setelah selesai kami dijemput pacarnya (sekarang alhamdulillah sudah jadi istrinya, dan sudah punya 1 anak yang cantik), kamipun pulang kembali ke kosan. Malamnya kami sempat makan bersama dan bercengkrama, karena sesama pencinta India obrolan kami banyak tentang film-film dan lagu-lagu India. Sempat juga aku mencoba nasi Sambal Setan. Pedesnya juara banget, ga kuat,yang makan tidak ada yang cantik atau ganteng, pada jelek semua mukanya haha.


JOGJAKARTA, I ADORE YOU

Besoknya akupun pamit terbang ke Jogjakarta, gugup dan bersemangat akupun sampai di Jogjakarta. Berhubung temanku si @berryalfiqru sedang dalam perjalanan dari Jepara ke Jogja, alhasil aku dititipkan dulu dengan temannya yang bekerja sebagai barista di bandara namanya Erda (ga nemu instragramnya hehe).
Aku naik taksi ke tempat kosnya Erda, setibanya disana selesai istirahat aku diajaknya makan siang. Aku diajak makan di kedai sederhana, aku memilih makan dengan lauk lele dan sambel dan minum es teh manis. Setelah makan, aku menyiapkan uang 50ribuan karena standar di Palembang kalau berdua segitu, bahkan bs lebih. Setelah bertanya berapa yang harus dibayar, san empu nya pun bilang “dua puluh tiga ribu dek”, apaaaaaaa (ekspresi kaget seperti di sinetron). Aku tak salah dengar kan.  Ternyata benar segitu, dan aku keduluan si Erda, dia sudah membayarkan duluan, baik banget deh nih orang ga kayak aku

Menjelang sore, temanku si Berry pun datang, masih kelihatan capek dia pun dengan motor gedenya membawaku ke rumahnya. Kami pun sama-sama beristirahat karena sama-sama dari perjalanan. Sekitar pukul 7.30 malam Berry pun mengajakku keluar. Pertama-tama aku diajaknya di sebuah cafe, disini ternyata dah janjian juga sama si Erda. Erda bersama-sama temannya yang rata-rata barista coffe, obrolan merekapun kebanyakan tentang kopi yang banyak tak kumengerti. Setelah mereka panjang lebar menjelaskan tentang kopi, ketika aku ditanya mau pesan apa aku malah memesan “fresh milk”, mereka langsung mesem-mesem. 
Candi Prambanan

Selesai dari cafe aku dan Berry pamit untuk jalan-jalan berdua. Sepanjang perjalanan, aku takjub, ya takjub, alangkah rapinya kota ini, begitu teraturnya, tidak ada yang saling serobot di jalan, orangnya juga sangat ramah-ramah dan santun, benar-benar kota pelajar dan orang-orang yang terpelajar menurutku. Kamipun sampat di alun-alun, disini aku ditantangnya untuk melewati ke tengah-tengah dua tembok dengan memejamkan mata. Mudah sajalah kupikir, soalnya jalannya terlihat di depan, tinggal lurus doang, walaupun mata ditutupin juga pasti bisa. Akupun maju dengan mata ditutupin kain, temenku mengikuti dari belakang sambil menuntun (tidak mengarahkan) kalau-kalau aku salah injak. Akhirnya si Berry bilang “stop” dan aku membuka penutup mataku, tadaaaaa aku berbelok ke kanan, jauh sekali, kukucek mataku kalau-kalau aku salah lihat, dan aku ternyata memang berbelok ke kanan.
Prambanan (2) with Berry

Si Berry berkata padaku, menurut kepercayaan orang disana kalau kita berfikir jernih dan bertekad akan sesuatu kita akan dapat meraih yang kita inginkan dengan segera kalau bila melalui ditengah dua tembok itu. Tak sadar rupanya tempat itu sangat terasa mistis. Aku mencoba untuk kedua kalinya, kali ini aku menghapus kesombonganku dan benar-benar bertekad untuk bisa melewatinya, akhirnya aku berhasil di percobaan yang kedua ini. Aku melihat banyak yang lain mencoba juga, ada yang sangat jauh berbelok sampai-sampai hampir ke jalan raya haha. Si Berry kaget aku bisa, ternyata dia sampai sekarang tak pernah berhasil melewati tembok itu, dan beberapa temannya juga tak pernah berhasil di kali kedua, aku beruntung (jingkrak-jingkrak).
Abaikan yang pegang payung haha (ini mas "bule" ya yang minta foto bareng bukan saya)

Kamipun pulang dan kembali beristirahat sampai besok paginya. Hari kedua aku di Jogja aku diajak ke Candi Prambanan, Subhanallah ucapku, benar-benar beda melihat gambar dan melihat langsung dengan mata kepala sendiri. Di dalamnya banyak juga terdapat candi-candi lain, aku terfokus di candi prambanan mataku tak berenti memandangi tiap-tiap inchi dari tiap sudut candi prambanan. Di dalam tiap-tiap candi ini ada patung-patung dewa Hindu, aku tak terlalu berani masuk, karena gelap dan bagiku agak terasa mistis, mungkin karena menurut legendanya pembuatan candi-candinya dibantu oleh jin. 

Selesai dari Prambanan kami ke Jalan Malioboro, kata orang tak lengkap rasanya kalau ke Jogjakarta tapi tak berfoto di jalan ini. Disini banyak pedagang yang menjajakan oleh-oleh khas Jogjakarta. Aku juga diajak ke tempat yang menjual batik dan proses pembuatan batik, bertamba lagi kekagumanku akan kota khusus ini. Tak lupa akupun membeli beberapa buah tangan yang akan kubagikan untuk keluarga dirumah.
Wajib foto disini kalau ke Jogjakarta
Selesai darisana aku sebenarnya ingin melihat candi Borobudur, karena sudah mau gelap kamipun hanya jalan-jalan ke mall dan cafe dekat-dekat rumah. Akupun membatin, harus kesini lagi suatu saat untuk Borobudur dan Parangtritis. Sebelum sampai di rumah Berry, aku ingin coba nasi angkringan dan gudek yang sudah sangat dikenal. Nasi angkringan dijual cuma seribu rupiah, isinya mirip-mirip nasi kucing tapi lebih banyak, sumpah cuma dua ribu sudah bs kenyang loh, benar-benar pelajar deh budget disini hehe. Gudek pun juga aku nikmati, benar-benar lidahku merakyat deh kalau soal makan, mau menu apapun kebanyakan cocok-cocok aja haha. Kamipun akhirnya kembali pulang dan tidur. 

Besok paginya akupun pamit dengan Berrry dan keluarganya dan terbang ke Palembang. Aku pasti kembali lagi ke Jogjakarta, kota yang ngangenin.

Dont stop dreaming because everything comes from dream.

Thursday, September 1, 2016

Sapa Suruh Datang Jakarta?



Kota Jakarta, kota impian dan harapan, tempat banyak perantau mengadu nasib ditengah kejamnya ibukota. Kota yang tak pernah tidur, kota yang tak pernah kehabisan cerita untuk dibahas. Di kota inilah kali pertamaku menjadi seorang traveller. 

Jakarta merupakan kota ketiga yang kukunjungi setelah Kuningan Jawa Barat dan Bengkulu. Nanti akan dibahas di cerita lainnya tentang Kuningan dan Bengkulu yang indah. Setelah merasakan capeknya melalui darat ke Kuningan dan Bengkulu dari Palembang, lebih tepatnya kapok (keliatan banget faktor U nya). Untuk ke Jakarta pertama kali aku memutuskan untuk menggunakan moda pesawat, dengan pertimbangan waktu yang tak banyak, itupun digabung liburan Natal hehe (kelihatan lagi flashpackernya). Sempat takut, ngeri, dan banyak negative thinking, maklum perdana terbang cuiyy. 

Berkat bujukan dan nasehat adik sepupu yang tinggal di Jakarta, akhirnya memberanikan diri juga untuk kesana. Sebagai pemula yang belum pernah sama sekali terbang, untungnya aku mempunyai teman baik semasa kuliah dulu yang bekerja sebagai ticketing staff, karena “dorongan” nya yang sudah sering terbang kemana-mana membuat aku jadi tergiur mencoba hehe. Alhasil tiket pun terbeli, cuti sudah diajukan ke atasan yang sangat baik hati, tinggal menunggu hari.


PENGALAMAN TERBANG PERTAMA KALI
Hari yang dinanti pun tiba, mendengar sana-sini dan bertanya kemana-mana, membaca rule di ticket (duh ketahuan banget sih first timenya), akhirnya aku tahu kalau dianjurkan untuk datang ke bandara satu jam sebelum terbang untuk penerbangan domestik. Dan aku sampai dua jam sebelum penerbangan untuk prepare lah kalau-kalau ada apa-apa. 

Setelah sampai bandara, masuk ke dalam melalui detector untuk orang dan barang-barang ehmm biar aman ya dari bom pikirku kala itu. Setelah masuk langsung aku melihat-lihat tempat check in (hebat loh aku waktu itu ga nanya). Setelah dapat boarding pass pertama (yang langsung difoto dan diupdate di bbm, facebook, twitter, instagram dan lainnya) aku disuruh bayar airport tax (kalau sekarang sudah termasuk di harga tiket). Setelah pembayaran pajak bandara, aku kemudian ke ruang tunggu penerbangan. Dan tadaaaaa, penerbanganku delay 3 jam, gapapa lah pengalaman pertama pikirku waktu itu. Disaat terbang, berhubung malam tak ada yang bisa dilihat. Dan aku cukup dag dig dug pas naik, rasanya kayak lagi di dalam lift, pas naik rasanya darah berdesir hehe.

Singkat cerita aku mendarat di juga di bandara Soekarno Hatta. Begitu turun langsung takjub dengan bandara ibukota ini, begitu besar, banyak terminal, sangat jauh sekali dari bandara Palembang yang sudah internasional juga. Begitu keluar, aku menunggu bagasi yang lama tak keluar, adik sepupuku sudah lama menunggu, oh ya, sepupuku pramugari maskapai besar Indonesia. Setelah lama menunggu akhirnya aku menanyakan petugas, “coba liat di lost and found dek.” Benar saja barang-barangku ada disana, ternyata aku salah tempat haha.
Bersama sepupu di Jakarta
Sepupuku akhirnya datang, dengan wajah cemberut, soalnya dah hampir 1 jam aku nyuruh nunggu. Kami pun pergi ke kosannya di Jakarta Selatan, tepatnya daerah Tanah Kusir. Ternyata tanteku juga lagi disana, wah bakal seru nih pikirku. Karena sudah terlalu malam kami pun langsung istirahat, tapi sebelumnya masih sempat makan pempek yang kubawa khusus buat sepupuku hehe.


MENYUSURI JAKARTA
Keesokan harinya, aku langsung diajak jalan sepupuku, kami sebelumnya sudah sama-sama ngajuin cuti. Hari pertama jalan aku diajak ke Dunia Fantasi (Dufan). Diawal gerbang sudah harus bayar, dan didalam lagi juga harus bayar lagi. Di dalam Dufan banyak sekali wahana bermain untuk anak-anak dan dewasa. Aku mencoba beberapa wahana yang memacu adrenalin seperti halilintar, dan beberapa wahana yang aku tak ingat namanya. Jadinya sehari penuh kami cuma menghabiskan hari disini. 

Dunia Fantasi Ancol

Hari kedua, shopping day. Kalau mau murah kemana-mana usahakan naik KRL ya, kereta di Jakarta. Rutenya Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi). Ada juga ke kota-kota besar lain seperti Bandung, Jogja tapi harus melalui stasiun Gambir. Dari Jakarta Selatan kami menuju Tanah Abang, disini surganya belanja. Harga-harga barang yang ditawarkan disini cukup buat khilaf, aku sendiri sudah tak menghitung lagi berapa dana yang keluar waktu itu hehe. Berhubung baru pertama kali kesini tak apalah pikirku beli banyak untuk keluarga dan teman-teman dekat. Alhasil hari kedua juga cuma diabiskan untuk belanja, kami juga sempat ke blog M dan mall-mall lain. 

Pintu Depan Dufan
Hari ketiga, aku minta izin buat menemui teman di Bekasi. Dengan memberanikan diri aku coba sendiri dengan KRL lagi ke Bekasi. Aku harus transit dua kali untuk mencapai Bekasi, stasiun Tanah Abang dan Jatinegara. Tak kurang dari dua jam perjalanan ke Bekasi dan amazing cuma Rp. 7.000,- ongkosku kala itu. Akhirnya aku bertemu teman masa kecil yang sekarang sudah kerja disana. Aku dijemputnya menggunakan motor gedenya, kemudian ke rumahnya yang jauh, hampir satu jam baru nyampe. “Gile aja rumahmu bro, tempat jin buang anak.” Begitu kira-kira celotehku kalau di Indonesiakan. Ternyata temanku ini sedang tak enak badan. Tadinya mau minta ajak jalan-jalan di Bekasi, jadinya malah jadi Inem sehari aku disana karena tak tega.
Tak ke Jakarta kalau tak foto backgroundnya ini :D

Hari keempat aku pulang kembali ke Jakarta Selatan. Sepupuku sedang bertugas, jadinya aku pergi bersama temannya. Kami bertemu di stasiun Gambir, kemudian naik bajaj ke arah Monumen Nasional (Monas). Kata orang belum ke Jakarta kalau tidak ada foto di Monas, dan memang kudu wajib harus aku punya foto di Monas hehe. Setelah foto-foto cantik di Monas, aku diajak mencoba bus gratis mengelilingi Bundaran HI (Hotel Indonesia), Monas, dan sekitarnya. Kalau soal traffic tak usah ditanya. Sudah terkenal macetnya, dan aku sendiri yang merasakan, sumpah nggak kuat (melambaikan tangan ke kamera). Sebelum pulang ke Jakarta Selatan lagi, alhamdulillah aku sempat merasakan shalat magrib di masjid Istiqlal, “subhanallah” itu ucapku ketika masuk masjid ini.
Di dalam bisa nyasar loh kalau sendiri dan baru pertama kali :)

Hari kelima sepupuku sempat menawarkan ke Kota Tua, tapi aku mau istirahat dan memang hari ini aku akan terbang kembali ke Palembang. Aku memang sengaja tidak menghabiskan semua destinasi yang sudah aku list. Supaya punya alasan lain kalau ingin ke kota ini lagi. Dan malamnya aku pun pulang ke Palembang. Sejak dari Jakarta ini akupun jadi suka bepergian. Tunggu cerita selanjutnya ya :D

Dont stop dreaming because everything comes from dream!