bloom

flash

Thursday, September 22, 2016

BALI, LAND OF PARADISE


Ping!! Blacberry messenger (bbm) berbunyi pas lagi asyik ngetik kerjaan,
Ternyata dari teman baikku @citra13negara , teman dekat semasa kuliah dulu. Aku dulu memanggil dia dengan sebutan “tante” dan aku dipanggil “om” buat lucu-lucuan di kampus haha. “Om ada promo nih ke Bali, Garuda Indonesa.” Mulai deh racun nih pikirku, langsung kutanya harganya dan benar saja harganya bener-bener murah pake banget. Kuajak dua teman kantor (masih keluargaku) dan satu lagi temanku @riduanmaulana untuk ikut, mereka pun mau, jadilah kami beli tiket untuk bertiga, dan terbangnya masih 10 bulan lagi haha. 

Setelah lama melihat tanggalan untuk tahun depannya, akhirnya kuputuskan pas hari libur Imlek dan kugabung cuti 2 hari, jadilah bakal 4 hari di Bali nanti (still flashpacker). Jauh sebelum ke Bali aku sudah mulai mempersiapkan untuk hotel dan mencari sebanyak mungkin informasi tentang wisata di Bali. Melalui situs OLX aku menemukan kontak penginapan dan juga menyewakan motor, tour yang harganya menurutku lumayan bagus. Akupun memesan 1 kamar untuk bertiga, disini sudah free sarapan. 

Semua persiapan sudah selesai, Bali I am coming bibe. Sejak diatas pesawat saja mataku sudah berkaca-kaca, betapa tidak, ini kali pertamaku melihat laut dan dari atas sudah terlihat birunya lautan. Begitu sampai kami dijemput oleh driver penginapan, kami menginap di dekat pantai Kuta. Kami sampai di penginapan sekitar jam 2 siang waktu Bali, Bali lebih cepat 1 jam dari Palembang. Selesai meletakkan barang-barang kamipun langsung jalan ke pantai Kuta, di sepanjang jalan banyak sekali  penjual yang menjajakan oleh-oleh khas darisana dan juga banyak pijat refleksi mbak-mbak sexy di dekat penginapan kami.


3 Dara eh 3 Jejaka ke Bali (Lucky, Riduan dan pasti tahu hehe)

Inikah Baliku pulau dewataku
Kenapa aku hanya terlihat seperti tamu
Kadang kubertanya apakah dirimu
Kini berubah seperti bule-bule itu
(Abiem Ngesti)
Menikmati sunset di pantai Kuta
Di Kuta ini didominasi oleh visitor, jadi jangan kaget kalau kita seperti bukan berasa seperti di Indonesia, sejauh mata memandang yang terlihat bule dan bule karena pantai Kuta surga bagi peselancar, dan juga tempat yang nyaman untuk yang ingin berenang. Aku yan g baru pertama kali melihat laut, lama terbengong melihat keindahannya, sungguh maha sempurna penciptanya. Tak lama kamipun berenang di laut kuta itu dan hari itu kami abiskan hanya disitu sampai malam. Malamnya kamipun kembali ke pantai Kuta lagi, dan masih ramai, sungguh tak akan bosan berada disini. 


Pantai Jimbaran
Hari kedua kami menyewa motor, kami sepenuhnya mengandalkan aplikasi peta untuk kemana-mana, dan untungnya sinyal sangat bersahabat. Dari Kuta aku memutuskan untuk melihat Pantai Jimbaran dan kamipun pergi, perjalanan hampir memakan waktu 1 jam. Ternyata masih sepi di pagi hari, kamipun hanya berfoto dan langsung menuju Pantai Pandawa. Selama menuju kesana jantung naik turun, karena jalannya benar-benar extrem, naik-turun dan berbelok-belok. Dan perjalanan yang mendebarkan itu terbayar ketika sampai, Pantai Pandawa jauh lebih indah dari Kuta, tetapi berbatu dan berbahaya untuk berenang disini. Selepas dari Pandawa Beach, kamipun menuju Tanah Loth, disini akupun speechless, sungguh keindahan yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata dan dituangkan dalam tulisan, hanya jika mata memandang. Selesai dari Tanah Loth kamipun kembali ke penginapan dan malamnya kembali menikmati suasana Pantai Kuta.

Pantai Pandawa
Keesokan harinya kami memutuskan untuk berbelanja oleh-oleh yang murah, dari informasi yang kami dapat, untuk berbelanja yang lumayan bersahabat di kantong sebaiknya menuju Pasar Seni Sukawati. Motor rental kamipun menuju kesana hari itu, begitu masuk ke dalam langsung disambut dengan berbagai tawaran penjual, lumayan harus tegas ya kalau memang tak berniat untuk membeli. Setelah puas berbelanja oleh-oleh khas Bali, kamipun kembali ke penginapan untuk meletakkan barang yang kami beli dan beristirahat sebentar.


Tanah Loth
Setelah makan siang di warteg muslim dekat penginapan kamipun kembali bermotor lagi. Tujuan kami berikutnya adalah Uluwatu, disini kita akan melihat temple dan banyak sekali kera-kera disini, selalu jaga barang bawaan. Puas melihat-lihat Uluwatu, kamipun balik lagi ke penginapan dan full istirahat dan beres-beres karena besok paginya harus terbang lagi ke Palembang.

Uluwatu
Pagi hari berikutnya kami pun diantarkan kembali ke Bandara, rasanya masih kurang kesana dan akupun membatin harus ke Bali lagi suatu saat untuk mengunjungi tempat lain yang belum kudatangi. Tak salah kalau Bali merupakan destinasi tujuan wisatawan luar negeri, akupun mengakui keindahan dan keramahan para penduduknya (proud of you). Bali the land of Gods, wait me for the next travel

Dont stop dreaming because everything comes from dream.

3 comments: