bloom

flash

Thursday, September 1, 2016

Sapa Suruh Datang Jakarta?



Kota Jakarta, kota impian dan harapan, tempat banyak perantau mengadu nasib ditengah kejamnya ibukota. Kota yang tak pernah tidur, kota yang tak pernah kehabisan cerita untuk dibahas. Di kota inilah kali pertamaku menjadi seorang traveller. 

Jakarta merupakan kota ketiga yang kukunjungi setelah Kuningan Jawa Barat dan Bengkulu. Nanti akan dibahas di cerita lainnya tentang Kuningan dan Bengkulu yang indah. Setelah merasakan capeknya melalui darat ke Kuningan dan Bengkulu dari Palembang, lebih tepatnya kapok (keliatan banget faktor U nya). Untuk ke Jakarta pertama kali aku memutuskan untuk menggunakan moda pesawat, dengan pertimbangan waktu yang tak banyak, itupun digabung liburan Natal hehe (kelihatan lagi flashpackernya). Sempat takut, ngeri, dan banyak negative thinking, maklum perdana terbang cuiyy. 

Berkat bujukan dan nasehat adik sepupu yang tinggal di Jakarta, akhirnya memberanikan diri juga untuk kesana. Sebagai pemula yang belum pernah sama sekali terbang, untungnya aku mempunyai teman baik semasa kuliah dulu yang bekerja sebagai ticketing staff, karena “dorongan” nya yang sudah sering terbang kemana-mana membuat aku jadi tergiur mencoba hehe. Alhasil tiket pun terbeli, cuti sudah diajukan ke atasan yang sangat baik hati, tinggal menunggu hari.


PENGALAMAN TERBANG PERTAMA KALI
Hari yang dinanti pun tiba, mendengar sana-sini dan bertanya kemana-mana, membaca rule di ticket (duh ketahuan banget sih first timenya), akhirnya aku tahu kalau dianjurkan untuk datang ke bandara satu jam sebelum terbang untuk penerbangan domestik. Dan aku sampai dua jam sebelum penerbangan untuk prepare lah kalau-kalau ada apa-apa. 

Setelah sampai bandara, masuk ke dalam melalui detector untuk orang dan barang-barang ehmm biar aman ya dari bom pikirku kala itu. Setelah masuk langsung aku melihat-lihat tempat check in (hebat loh aku waktu itu ga nanya). Setelah dapat boarding pass pertama (yang langsung difoto dan diupdate di bbm, facebook, twitter, instagram dan lainnya) aku disuruh bayar airport tax (kalau sekarang sudah termasuk di harga tiket). Setelah pembayaran pajak bandara, aku kemudian ke ruang tunggu penerbangan. Dan tadaaaaa, penerbanganku delay 3 jam, gapapa lah pengalaman pertama pikirku waktu itu. Disaat terbang, berhubung malam tak ada yang bisa dilihat. Dan aku cukup dag dig dug pas naik, rasanya kayak lagi di dalam lift, pas naik rasanya darah berdesir hehe.

Singkat cerita aku mendarat di juga di bandara Soekarno Hatta. Begitu turun langsung takjub dengan bandara ibukota ini, begitu besar, banyak terminal, sangat jauh sekali dari bandara Palembang yang sudah internasional juga. Begitu keluar, aku menunggu bagasi yang lama tak keluar, adik sepupuku sudah lama menunggu, oh ya, sepupuku pramugari maskapai besar Indonesia. Setelah lama menunggu akhirnya aku menanyakan petugas, “coba liat di lost and found dek.” Benar saja barang-barangku ada disana, ternyata aku salah tempat haha.
Bersama sepupu di Jakarta
Sepupuku akhirnya datang, dengan wajah cemberut, soalnya dah hampir 1 jam aku nyuruh nunggu. Kami pun pergi ke kosannya di Jakarta Selatan, tepatnya daerah Tanah Kusir. Ternyata tanteku juga lagi disana, wah bakal seru nih pikirku. Karena sudah terlalu malam kami pun langsung istirahat, tapi sebelumnya masih sempat makan pempek yang kubawa khusus buat sepupuku hehe.


MENYUSURI JAKARTA
Keesokan harinya, aku langsung diajak jalan sepupuku, kami sebelumnya sudah sama-sama ngajuin cuti. Hari pertama jalan aku diajak ke Dunia Fantasi (Dufan). Diawal gerbang sudah harus bayar, dan didalam lagi juga harus bayar lagi. Di dalam Dufan banyak sekali wahana bermain untuk anak-anak dan dewasa. Aku mencoba beberapa wahana yang memacu adrenalin seperti halilintar, dan beberapa wahana yang aku tak ingat namanya. Jadinya sehari penuh kami cuma menghabiskan hari disini. 

Dunia Fantasi Ancol

Hari kedua, shopping day. Kalau mau murah kemana-mana usahakan naik KRL ya, kereta di Jakarta. Rutenya Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi). Ada juga ke kota-kota besar lain seperti Bandung, Jogja tapi harus melalui stasiun Gambir. Dari Jakarta Selatan kami menuju Tanah Abang, disini surganya belanja. Harga-harga barang yang ditawarkan disini cukup buat khilaf, aku sendiri sudah tak menghitung lagi berapa dana yang keluar waktu itu hehe. Berhubung baru pertama kali kesini tak apalah pikirku beli banyak untuk keluarga dan teman-teman dekat. Alhasil hari kedua juga cuma diabiskan untuk belanja, kami juga sempat ke blog M dan mall-mall lain. 

Pintu Depan Dufan
Hari ketiga, aku minta izin buat menemui teman di Bekasi. Dengan memberanikan diri aku coba sendiri dengan KRL lagi ke Bekasi. Aku harus transit dua kali untuk mencapai Bekasi, stasiun Tanah Abang dan Jatinegara. Tak kurang dari dua jam perjalanan ke Bekasi dan amazing cuma Rp. 7.000,- ongkosku kala itu. Akhirnya aku bertemu teman masa kecil yang sekarang sudah kerja disana. Aku dijemputnya menggunakan motor gedenya, kemudian ke rumahnya yang jauh, hampir satu jam baru nyampe. “Gile aja rumahmu bro, tempat jin buang anak.” Begitu kira-kira celotehku kalau di Indonesiakan. Ternyata temanku ini sedang tak enak badan. Tadinya mau minta ajak jalan-jalan di Bekasi, jadinya malah jadi Inem sehari aku disana karena tak tega.
Tak ke Jakarta kalau tak foto backgroundnya ini :D

Hari keempat aku pulang kembali ke Jakarta Selatan. Sepupuku sedang bertugas, jadinya aku pergi bersama temannya. Kami bertemu di stasiun Gambir, kemudian naik bajaj ke arah Monumen Nasional (Monas). Kata orang belum ke Jakarta kalau tidak ada foto di Monas, dan memang kudu wajib harus aku punya foto di Monas hehe. Setelah foto-foto cantik di Monas, aku diajak mencoba bus gratis mengelilingi Bundaran HI (Hotel Indonesia), Monas, dan sekitarnya. Kalau soal traffic tak usah ditanya. Sudah terkenal macetnya, dan aku sendiri yang merasakan, sumpah nggak kuat (melambaikan tangan ke kamera). Sebelum pulang ke Jakarta Selatan lagi, alhamdulillah aku sempat merasakan shalat magrib di masjid Istiqlal, “subhanallah” itu ucapku ketika masuk masjid ini.
Di dalam bisa nyasar loh kalau sendiri dan baru pertama kali :)

Hari kelima sepupuku sempat menawarkan ke Kota Tua, tapi aku mau istirahat dan memang hari ini aku akan terbang kembali ke Palembang. Aku memang sengaja tidak menghabiskan semua destinasi yang sudah aku list. Supaya punya alasan lain kalau ingin ke kota ini lagi. Dan malamnya aku pun pulang ke Palembang. Sejak dari Jakarta ini akupun jadi suka bepergian. Tunggu cerita selanjutnya ya :D

Dont stop dreaming because everything comes from dream!

0 comments:

Post a Comment