bloom

flash

Sunday, October 30, 2016

BERTEMU TEMAN BARU DI LUAR NEGERI : Bertemu Zaheer Husain


Cekrekk...cekreekk...cekrekk

Pada suatu sore di KLCC Kuala Lumpur, ketika pertama kali ke Malaysia (rincian perjalanan dan biaya klik sini) tahun 2015 tepatnya bulan Agustus. Seperti kebanyakan orang yang pertama kali mengunjungi tempat wisata di negara lain, langsung norakku keluar :P. Hampir di setiap sudut dari KLCC habis kufoto baik selfie maupun wefie. Pokoknya kalau ada yang merekam aku saat itu di handphone nya pasti bakal kudelete *bila perlu handphonenya kulempar*.

Setelah kurasa puas berfoto-foto *di hampir segala sudut hehehe*, akupun beristirahat bersama adik bungsuku di sebuah bangku di taman KLCC. Tepat disampingku duduk seorang yang berwajah seperti orang India Pakistan. Tidak terlalu heran kalau melihat peranakan India, Pakistan dan Bangladesh di Malaysia, karena kebanyakan wajah mereka yang dominan di daerah tempatku menginap di Bukit Bintang. Dan seperti kebanyakan India Pakistan, pria ini berhidung mancung, bermata tajam dan TAMPAN seperti aku.
Kiri Adikku, Tengah you know, kanan Zaheer Husain
Karena aku ini tipenya tidak bisa diam dan friendly *lebih tepatnya sok akrab*, akupun mencoba untuk menyapa pria disamping kami ini dengan modal Inggrisku yang super pas-pasan. Begini kira-kira percakapan awal kami:

Pria Asing (PA) : You look so enjoy your moment
Saya : Thanks sir, how are you?
PA : I am doing well, you tell me
Saya : I am also good, by the way, where do you come from?
PA : I am Pakistan

Tepat seperti dugaanku, ternyata orang Pakistan, hanya saja bahasa Inggrisnya benar-benar seperti aksen orang Amerika, sangat berbeda dengan orang-orang India Pakistan yang biasa aku ajak bicara, kebanyakan mereka masih kental logat Hindi-nya. Dia malah sama sekali tidak terdengar sama sekali seperti logat India atau Pakistan. 

Dan obrolan kami pun semakin berlanjut sampai ke pekerjaan, hobby dan banyak lagi. Diselah-selah pembicaraan kami aku memberi tahu hobiku, menari India. “Man you’re an interesting person”,  begitu tanggapannya. Dan dari perkenalan kami, aku akhirnya tahu pria ini bernama Zaheer Husain. Ternyata seminggu sebelum kedatanganku dan teman-teman, dari cerita Zaheer di Kuala Lumpur berlangsung acara penghargaan Film terbesar India. Seketika langsung penyesalan tinggi keluar, kenapa aku tak seminggu lebih cepat datang hiks *kalau tak ada pria ini mungkin sudah ke toilet nangis terisak-isak.

Dia bercerita kalau dia sempat bertemu beberapa artis India di KLCC ini seperti Sharukh Khan, Kareena Kapoor, Salman Khan. Enough man!!!, aku menyuruhnya berenti. Kalau sudah menyebut Salman Khan, tingkat baper ku sudah naik ke level paling paling paling paling paling atas. Kamipun kembali ngobrol ke topik ringan lainnya. Si Zaheer ini ternyata bekerja di Pizzarian, restaurant Itali di dekat KLCC sebagai asisten koki. Wow what a great job man teriakku *kembali norak*, dia hanya tersenyum.

Obrolan kamipun semakin intens, dia mulai bercerita sejarah hidupnya. Sejak kecil dia ikut saudaranya di California selama 15 tahun. Pantas saja aksennya kental sekali gaya Amerika. Sejak dua tahun terakhir Zaheer menetap di Malaysia dan tinggal di daerah Maluri, sebuah wilayah di Malaysia. Disana dia tidak punya teman karena rata-rata yang tinggal bersampingan adalah TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang bekerja di pabrik-pabrik dan tidak bisa berbahasa Inggris. Jadi selama 2 tahun terakhir ini temannya hanya orang-orang dari tempat dia bekerja, karena itu jarang sekali dia keluar untuk sekedar jalan-jalan.

Akupun mencoba lebih friendly lagi, kucoba tawarkan untuk pergi jalan-jalan sekedar sight seeing atau window shopping bersama kami. Dia agak terkejut dan sontak berkata “seriously?” setengah percaya. Of course man, I will show you how friendly Indonesian people (berasa jadi kontestan yang menang selempang bertuliskan “persahabatan”). Alhasil diapun memberi kontaknya kepada kami.

Keesokan harinya, aku membeli simcard lokal dan menelponnya, dia bekerja pada hari itu. Kamipun berjanji bertemu sepulang dia kerja di Pavilion, sebuah mall di daerah Bukit Bintang Malaysia. Ternyata si Zaheer ini orangnya sangat easy going dan suka bercanda. Teman-temanku pun senang bisa berkenalan dengannya, meski terkadang tidak nyambung karena kendala bahasa. Alhasil selama liburan kami hampir 4 hari disana si Zaheer selalu ikut kami setiap pulang kerjanya.
Bukit Bintang (Zaheer pakai baju Pink)

Selama 2 tahun di Malaysia, baru kali ini katanya dia menikmati jalan-jalan di Kuala Lumpur, “Selama ini aku hanya bekerja, pulang dan tidur setiap hari, suatu hari aku akan kembali ke California dan hidup disana” begitu yang dia ceritakan padaku. Pada hari terakhir kami di Malaysia, diapun ikut mengantarkan kami sampai ke KL Sentral menuju bandara (dan aku mendapat baju kurta lengkap dengan celana dari Zaheer Husain).

Aku dan kawan-kawanku berpamitan, sebelum pergi aku berkata padanya kalau aku akan kembali lagi dalam 4 bulan kedepan dan kita akan menyusuri Malaysia lagi. Sedikit senyum muncul di wajahnya.  Sejak saat itu kamipun sering berkomunikasi lewat aplikasi Whatsapp dan selalu berbagi kisah. Pada catatan berikutnya aku akan membagikan cerita ketika aku terjebak dan terkunci di KL Sentral. Entah apa yang terjadi kalau tidak dibantu oleh Zaheer Husain ini.

Dont stop dreaming, because everything comes from dream :)

9 comments:

  1. Lemaklaaaa yang punyo kawan di luar negeri. Nasi Kandar, please!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lemaklah pernah ke india
      Nasi biriyani please

      Delete
  2. Ay ngapo ado foto aku tu aydah! Gak sukak kebanyakan dramak!

    ReplyDelete
  3. Wah...succes story nya sangat inspiratif

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehhe, in everywhere mang harus selalu berbaur

      Delete
  4. Wah...succes story nya sangat inspiratif

    ReplyDelete
  5. Wes, asek dapat temen baru lagi. Kenalin dong..#upssslupa
    Salam kenal dulu, dari Pekanbaru

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal dari palembang, mari saya kenalin :D

      Delete