bloom

flash

Sunday, October 2, 2016

Suburnya Hiburan Tari India Palembang


Tum phaas ae, yun muskuraye
Tumne na jaane kya sapne dikhaaye
Abto mera dil jaage na sota hai
Kya karo haaye kuch kuch hota hai

#Alka Yagnik & Udit Narayan

Yang lahir di tahun 80-90an pasti kenal lirik lagu ini. Film yang dibintangi oleh Sharukh Khan, Kajol Devgan, Rani Mukherjee dan Salman Khan ini sukses membuat perfilman bollywood begitu hits kala itu di Indonesia. Film yang release tahun 1998 ini membuat banyak dampak perubahan pada selera masyarakat Indonesia akan perfilman India. Dan tentunya membuat semakin banyaknya film-film India diputar di layar kaca.

Sebenarnya sebelum film ini release, di Indonesia sendiri film India sudah diputar di bioskop-bioskop Indonesia dan sudah banyak penggemarnya. Di kotaku pun demikian, banyak sekali pencinta bollywood *salah satunya saya hehe. Dan dikotaku juga hiburan tari india berkembang sangat subur, tak kurang dari 20 sanggar khusus tari India yang siap menghibur masyarakat yang sedang menggelar hajatnya, rata-rata setiap grup selalu tampil seminggu 2x sampai 4x.

Hiburan Tari India??? Mungkin bagi beberapa kota di Indonesia masih sangat sangat sangat sangat asing. Tidak demikian di Palembang, dan aku juga pernah lihat beberapa rekaman di Jakarta. Di kotaku Palembang, tari India bisa dijumpai setiap minggu, groupnya pun beragam. Sayangnya dengan semakin berkembang dan banyaknya groupnya, semakin banyak pula konfliknya.

Dalam setiap penampilan, para penari perempuan berdandan bak gadis India, dengan memakain saree, gelang-gelang, perhiasan dan aksesori-aksesori yang cantik. Pun prianya, mereka memakai kurta, jas dan pakaian yang rapi dan elegan. Tak hanya piawai menari, merekapun dituntut untuk bisa berakting dalam membawakan lagu sesuai dengan iramanya. Biasanya tari India ini digelar selama 3 jam, diisi dengan tarian, drama (bisa percintaan, horror, bahkan komedi).

Pada suatu kesempatan, aku bertanya-tanya asal mula tari India di Palembang kepada beberapa penari senior yang sudah lama berkecampung di dalamnya. Dan akhirnya aku dapat bertemu dengan pencetus pertama tari India Palembang. Adalah @dinodixit dan kawan-kawan yang berinisiatif pertama kali membentuk group tari yang akhirnya sekarang berkembang sangat pesat. Akupun beruntung bang Dino, begitu sapaannya, mau memberi tahu kisah-kisah awal pertama pembentukan dan lika liku perjalanan mereka.

Bang Dino

Ketika itu Bang Dino merupakan penyiar radio “NO NAME” yang berkantor di Jalan Veteran Palembang. Bang Dino merupakan khusus menyiarkan acara Bollywood. Dari sini bang Dino banyak mendapat teman yang merupakan pendengar setia dan para “maniak”bollywood. Saya katakan maniak karena hobi mereka sudah sangat expert. Silahkan lihat di rumah atau kamar mereka, pasti ditemukan poster-poster aktor dan aktris India. Dan kalau mau mengetes mereka, silahkan tanya nama-nama penyanyi India yang terkenal (bahkan ada yang tidak begitu dikenal mereka tahu), nama-nama aktor, aktris, sutradara, kapan release film dan lain sebagainya.

Angkatan Pertama QFC
Karena memiliki passion dan hobi yang sama, mereka jadi sering berkumpul bersama *bukan kumpul kebo ya :D. Dalam setiap ngumpul mereka suka menari, dan ketika itu tarian mereka pure karangan mereka sendiri. Karena jangankan mau melihat youtube, televisi saja masih barang yang mewah ketika itu. Nama genk mereka waktu itu Hindustan Fans Club (HFC), karena mendapat kritikan menggunakan nama Hindustan akhirnya nama depan menjadi Kohinoor yang berarti “berlian” langkah yang diperebutkan para penjahat dalam sebuah film yang diperankan oleh Mithun Chakraborty *idolanya mak-mak jaman dulu.

Setelah mengalami perubahan nama menjadi Kohinoor Fancs Club, namanya diplesetkan sedikit menjadi Qohinoor *tahu sendiri kan kalau disingkat jadi nama merk franchise hehe. Karena seringnya mereka latihan nari, mereka pun merapatkan untuk membentuk sebuah group tari. Jadilah pertama kali di tahun 1995 grup pertama kali Palembang “QFC grup” tampil.

Bukan perkara mudah untuk membuat tari India ini diminati masyarakat Palembang kala itu. Beberapa hinaan diterima misalnya “muka Jawa mau nari India” dan lain sebagainya, belum lagi keterbatasan media. Seperti diketahui, pada masa itu DVD player belum banyak atau bahkan mungkin belum ada. Mereka hanya mengandalkan Kaset Tape. Kalau mau memilih lagu harus diputar dan di cek dulu. Kalau jaman sekarang sudah modern, tiap group sudah membawa laptop. Dan dulu setiap lagu hanya boleh dibawakan oleh satu orang, tiap lagu harus dikarang sendiri tariannya. 

kapan ya dek kita gini #eh

Seiring jaman, minat masyarakat Palembang pun mulai meningkat, tepat setelah film Kuch Kuch Hota Hai keluar tahun 1998, semakin banyak orderan untuk manggung. Dan mulai banyak group-group baru yang ikut mencoba peruntungan di dunia tari India. Rata-rata group besar yang masih aktif di Palembang masih merupakan anak didik dari Bang Dino.

Pada tahun 2000, grup QFC berubah menjadi Qohinoor Millenia Club yang disingkat menjadi QOMIC, dan sampai sekarang masih exis. Bersama-sama grup lainnya membuat minat masyarakat makin besar dan membuat tari India di Palembang tumbuh subur. Setiap minggu bisa dilihat beberapa group akan tampil untuk menghibur masyarakat yang sedang hajatan seperti pernikahan, ulang tahun, khitanan, dan lain sebagainya.

Diujung ceritanya Bang Dino berpesan kepada seluruh penari-penari India Palembang yang sudah sangat banyak agar selalu menjalin komunikasi dan silahturahmi yang baik antar group. Jadilah berkarakter dan punya ciri khas. Dan tak lupa beliau mendoakan semoga semakin maju tari India. Tak hanya di Palembang, tapi juga kota lainnya.


Dont stop dreaming, because everything comes from dream :D

2 comments: