bloom

flash

Tuesday, November 8, 2016

MENGECAP CITARASA KULINER INDIA DI PALEMBANG: Mubarok, Dapoer Vandary Mumtaz



Pagi gaess... sapaku di group Whatsapp, isinya teman-teman satu genk yang notabenenya traveller yang pada hobi jalan pastinya. Mau tau nama grupnya? Namanya fantastis, bombastis, dramatis dan tis-tis lainnya. Group kami bernama GENK ALA-ALA, gubrak. Entah apa maksudnya nama genk itu, yang jelas isinya para traveller tampan. Kami punya kebiasaan menghabiskan hari Senin malam bersama, entah itu nonton, karoke, sekedar nongkrong atau makan hanya untuk melepas stress kerja ---jomblo detected*.

Pada suatu masa ketika jemari sedang mengerjakan tugas dinas, ketika mata sedang fokus ke layar monitor, ketika hati tak lagi disakiti ---sadar mas, ini judulnya cerita apa*.  Saat sedang ngobrol, salah satu isi grup tadi mengirimkan foto menu, sudah hal biasa sih kalau ngasih tahu tempat makan yang instagramable dan enak dilidah, tentunya juga kami sering berbagi info trip.

Penasaran langsung kudownload fotonya, dan ternyata menu masakan India, Oh My god sudah lama aku nyari-nyari masakan India atau Arab di Palembang yang pilihan menunya lumayan banyak, maklum saja aku masih sampai sekarang ikut sanggar Tari India semua yang berbau india langsung cepet konek. Langsung saja kuajak teman-teman di genk ala-ala lebay itu untuk janjian di Hari Jum’at makan siang disana selepas sholat Jum’at, kebetulan ada menu khusus yang cuma ada di hari Jum’at.
 
Adalah Mubarok, Dapoer Vandary Mumtaz, restoran khas menu India yang terletak di Jl. Jendral Sudirman NO. 353 Dekat Masjid Agung Palembang. Untuk menemukannya tidak susah ---jauh lebih susah menemukan jodoh yang sampai sekarang belum dapat #eh*, seluruh transportasi umum Palembang rata-rata melewatinya. Vandary artinya masakan kalau dalam bahasa India, sedangkan Mumtaz diambil dari nama saudara pemiliknya yang piawai masak. Nama Mubarok sendiri diambil dari nama Ayah sang pemilik restoran.

Singkat cerita, pas hari Jum’at kami ketemuan untuk sholat Jum’at bersama dan makan siang di Mubarok. Pertama masuk langsung disapa oleh bapak-bapak bemata tajam, berhidung bangir, dan khas dengan brewok seperti orang India pada umumnya, pasti semasa mudanya bapak ini seganteng Varun Dhawan atau Aditya Roy Kapoor (Aktor India). Bapak inilah pemilik dari Mubarok, Kemudian sang istri yang cantik juga menyapa dengan halus dan lembut.

Kami memilih duduk ke meja agak kedalam, tak lama putranya yang juga berwajah khas india membawakan menu kepada kami. Aku melihat-lihat apa saja yang ada di menu, dan lumayan banyak menu yang tersedia, berikut sedikit yang bisa kujabarkan dari menu-menunya:

Pertama, Aneka Martabak, yang terdiri dari martabak telur ayam, telur bebek, sayur telur bebek, sayur telur ayam, roti cane, roti cane telur ayam dan roti cane telur bebek.
Martabak jenis ini hanya dapat ditemui di kota Palembang. Paduan roti dan martabak yang renyah, disiram dengan kuah kari, langsung membangkitkan selera makan.
Martabak India

Kemudian, Menu Nasi Minyak
- nasi minyak ayam tanduri
- nasi minyak ayam kari
- nasi minyak malbi
- nasi minyak kari kambing
- nasi minyak
- nasi briyani
- nasi khabsah
Nasi minyak, lihat sumber sini

Kalau kalian kebetulan sedang menghadiri hajatan di Palembang, kalian bakal sering menemui menu nasi minyak. Nasi minyak biasanya terbuat dari campuran bahan tomat, bawang bombay, nanas, susu, bumbu kari dan kaldu serta rempah-rempah. Memakan nasi ini tanpa laukpun sudah terasa enak.
Lupa namanya, tapi pasti setuju kalau buat nafsu hehe

Ayam tandoori atau tanduri adalah masakan Punjabi yang berasal dari Punjab. Pada umumnya dibuat dengan bahan-bahan berupa garam masala, bawang putih, jahe, cabai dan bermacam-macam lada India, biasanya Tanduri ini disajikan pedas.
Nasi Malbi
Malbi merupakan masakan khas dari Palembang, banyak variasi bumbu yang digunakan, terkadang berkuah pekat, dan banyak juga ditemui saat hajatan di Palembang. Pada hari lebaran biasanya dijadikan teman untuk lontong.
aneka kreasi nasi biriyani

Biryani atau biriani (beriani) adalah hidangan yang berupa nasi, biasanya dari beras basmati yang dimasak bersama rempah-rempah sayuran dan daging. Beras digoreng di dalam minyak samin sebelum direbus di dalam air bersama rempah-rempah hingga matang. Yang paling ingin saya coba nari biriyani dari Hyderabat hehe.
kari daging

Khabsah merupakan makanan yang terkenal di Timur Tengah, selain India, di Arab juga sangat populer, seperti biriyani, nasi khabsah juga menggunakan beras basmati, dengan citarasa rempah-rempah yang berbeda.

Selain menu diatas, ada menu khusus yang hanya ada di hari Jum’at yaitu: biriyani ayam, biriyani kambing dan biriyani malbi. Selain itu ada juga menu nasi khabsah  untuk pesanan khusus yaitu kabsah ayam, kabsah kambing, kabsah malbi dan kambing guling. Untuk menu kari tersedia kari ayam, kari kambing, kari ayam tanduri kari malbi dan telor dadar. Untuk minuman tersedia teh tarik dingin atau panas, teh, kopi,  aneka juice dan aneka softdrink.

Di selah-selah memiih menu aku menyempatkan diri bertanya-tanya  ---mulai sok akrab* tentang Mubarok kepada sang pemilik resto. Ternyata si bapak ini masih keluarga teman baikku, semakin mudah bagiku untuk mengobrol, karena semua keluarganya rata-rata aku kenal. Akhirnya aku memberanikan diri bertanya tentang sejarah Mubarok sendiri yang sudah berdiri sejak tahun 1987. Akupun pindah duduk mendekat ke bapak pemilik resto yang akhirnya aku tahu bernama Muhammad Ismail, mulailah si Bapak yang sangat baik hati ini bercerita. Nama Mubarok diambil dari nama ayahnya yang bernama Abdul Mubarok.
Bersama Bulla, anak pak Ismail

Usaha bapak Ismail bermula dari hobi memasak dan kemudian perlahan-lahan mulai menerima pesanan catering pada tahun 1987. Lokasinya ketika itu terletak di daerah Kenten Palembang, yang sekarang sudah dipegang saudaranya dan berganti nama menjadi “Martabak Bombay” ---fyi, di martabak bombay aku sudah seperti anak mereka sendiri #skip,tidak ada yang nanya*.

Usahanya sendiri berlanjut di rumahnya di dekat Masjid Agung Palembang pada tahun 1990. Karena rasa masakannya yang khas dan enak di lidah, semakin banyak peminat dan pesanan. Sekitar setahun lalu tepatnya di tahun 2015 mereka pun memindahkan usahanya di sebuah ruko yang tidak jauh dari Masjid Agung Palembang yang sekarang bisa kita nikmati dari pukul 06 pagi sampai jam 10 malam.

Bapak Ismail, pemilik resto
Aku mencoba memesan nasi minyak ayam tanduri dan teh tarik, sedangkan teman-temanku bervariasi, ada yang memesan nasi biriyani ayam, martabak, kemudian kami memesan roti cane untuk dimakan bersama-sama. Bagiku rasanya cukup worth it dan lidahku cocok, bahkan sangat cocok, sampai membuat aku kembali lagi dan lagi ---ngga ada kerjaan ya mas? #hello karena masakannya enak keles*

Oh ya kalau kalian tidak punya cukup waktu untuk sekedar mampir atau malas gerak, kalian bisa pesan juga  menu restoran ini melalui go food, produk dari gojek, so ga perlu repot, tinggal pesan duduk manis, makanan datang. Harga makanan pun dimulai dari 15K.

Demikian sedikit cerita singkat di Mubarok, Dapoer Vandary Mumtaz, sebuah restoran dengan citarasa India, tak heran kalau ada banyak keturunan India di kota Palembang, karena dulunya terdapat kerajaan besar Sriwijaya yang merupakan pusat kerajaan Hindu, dan imigrasi lewat jalur perdagangan dan pernikahan di masa lalu.

Selanjutnya saya akan menceritakan tentang majelis dan hadroh dari salah satu keponakan bapak Ismail yang merupakan teman baikku.

Don’t stop dreaming, because everything comes from dream

12 comments:

  1. seperti sedap, pingin mencoba apalagi kalau di traktir kak veer

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gampang itu,bisa diatur, payo ajari google adsense kalu lah rame blog ku

      Delete
  2. wah, mas feri,, blognya sangat bagus sekali.. gx bosan saya liat foto2nya aja.

    mampir ya ke blog saya www.cekcarlie.ml ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. I will, nanti saya mampir
      Makasih mas carli dah mau mampir disini

      Delete
  3. mas feri,nasi minyaknya itu dimasak pake minyak sayur apa minyak jelanta ya

    ReplyDelete
  4. Ajib...tulisan anak muda selalu segerr

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ditunggu tulisan inspiratf mang din berikutnya
      Tag ya mang kalu ado cerito baru

      Delete
  5. Ajib...tulisan anak muda selalu segerr

    ReplyDelete
  6. Nah kapan ya makan disini. Caknya lemak. Nunggu ada yang nraktir ah ๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
  7. Katek ladoo apo ka disini?? ��

    ReplyDelete
  8. Kateg ladoo apo ka disini๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    ReplyDelete