bloom

flash

Tuesday, November 1, 2016

SERUNYA KE AL-MUNAWAR: Wisata Rumah-Rumah Tua



Bagi teman-teman pembaca yang kebetulan akan/punya rencana untuk mengunjungi Palembang. Selain Benteng Kuto Besak dan Jembatan Ampera yang sudah tersohor, Palembang juga memiliki banyak destinasi wisata yang dapat dikunjungi. Salah satunya Kampung Al-Munawar yang bisa dijadikan salah satu destinasi yang patut dikunjungi. Disini terdapat perkampungan Arab dan berdiri beberapa rumah-rumah yang sudah berusia ratusan tahun. Bagi pencinta sejarah sepertinya destinasi ini wajib untuk didatangi.


Untuk menuju ke Kampung Al-Munawar ini pun tidak susah, ada dua alternatif untuk menuju kesana. Pertama melalui jalur darat, kita harus naik transportasi umum dan stop di pangkal jembatan Ampera sebelah ulu kemudian dilanjutkan naik beca atau ojek (banyak bersebaran disana), dan tinggal memberi tahu tujuan kita. Kedua yang saya rasa lebih terasa yaitu lewat sungai, tinggal menaiki perahu yang berseberan di pinggiran sungai Musi sebelah ilir (orang lokal menyebutnya getek), ongkosnya pun murah meriah, per orang biasanya dipatoki 10 ribu sekali jalan.

Lukisan Kopi untuk Backpacker International Chapter Palembang
 Kebetulan ketika kami mengunjungi Al-Munawar, disaat itu sedang berlangsung Festival Kopi, acara ini berlangsung selama dua hari. Beragam kopi berkualitas tinggi dihadirkan disana. Beragam acara ditampilkan disana, pada hari pertama dibagikan 10.000 gelas kopi gratis. Beragam acara lainnya juga diadakan diantaranya workshop penyajian kopi untuk umum, lomba barista dan lain sebagainya. 

Narsis Dikit :D
Sayangnya saya hanya berkesempatan datang di hari kedua, karena rumahku yang terletak di sebelah ulu Palembang, aku lebih memilih menggunakan jalur darat dengan membawa motorku. Aku dan teman-teman dari komunitas Backpacker International Chapter Palembang sudah janjian untuk berkunjung kesana.

Pada hari kedua ini banyak stand-stand berjualan bermacam-macam kopi, sayangnya aku bukan peminum kopi, aku tidak bisa membedakan mana yang kualitas baik dan bukan hehe. Selain bermacam kopi, disini juga banyak didapat beragam makanan arab dan pernak pernik lainnya seperti jilbab, gamis dan pakaian-pakaian yang dijual untuk umum.


Kegiatan Melukis Menggunakan Kopi
Saat pertama datang, kami langsung melihat-lihat rumah tua disana, bagi saya sih sudah tidak terlalu aneh ya, soalnya memang saya warga ulu jadi sudah terbiasa berkunjung kesini, lain halnya teman-temanku yang dari Ilir (Kota Palembang terbelah oleh sungai Musi menjadi Ulu dan Ilir) aku sangat menikmati melihat ekspresi mereka yang terkagum akan keindahan rumah-rumah yang sudah berusia ratusan tahun itu.

Setelah puas mengunjungi rumah-rumah tua yang eksotis, kamipun kembali ke bazar, disini sudah sangat ramai pengunjung. Banyak sekali kegiatan yang bisa dilakukan selama acara berlangsung. Beberapa teman ada yang mencoba ikut berpartisipasi menggambar menggunakan kopi *untungnya yang ikut pada jago menggambar* dan setelah selesai hasil gambar diberikan kepada panitia untuk dokumentasi.

Beberapa Stand Yang Menjual Beragam Kopi dan Makanan Arab
Puas dengan gambar, kami tertarik untuk mencoba membeli makanan khas Arab yang tersedia di beberapa stand. Aku membeli Roti Maryam dan kucoba bagikan pada teman-temanku, bagiku sih makanan seaneh apapun kalau sudah terbeli pasti kumakan (prinsip) dan sejauh ini lidahku bisa menerima banyak jenis makanan dari kota atau negara lain (rakus hehe), sayangnya ada beberapa temanku yang merasa tidak cocok dengan makanan-makanan arab. Ya bisa dimaklumi, beda lidah beda rasa. 


Mencoba Shisa Bersama Anak-anak BICP
Disatu stand ada yang menyediakan shisha untuk dikonsumsi (tentunya berbayar hehe), teman-temanku tak melewatkan kesempatan untuk mencoba shisa. Dan berhubung aku juga tidak merokok, aku hanya menjadi penonton dan juru foto :). Aku hanya berkeliling dan melihat-lihat banyaknya jualan-jualan yang tidak akan ditemukan di tempat biasa seperti pasar tradisional, karena rata-rata barang yang dijual kopi-kopi dari daerah Kabupaten Sumatera Selatan dan pernak pernik arab.

Salah Satu Rumah Tertua, Usianya Sudah Mencapai 300 Tahunan loh!!
Di pinggir kanan bazar ini disediakan stage untuk workshop dan acara hiburan seperti gambus, saat itu sedang berlangsung penceritaan tentang sejarah pendudukan kerajaan Sriwijaya dan sejarah terbentuknya Kota Palembang. Sungguh bagi seorang historian, festival kopi di Al-Munawar ini sangat worth it untuk didatangi.

Tampak dari Dalam Rumah Tua (pura-puranya candid)

Sembari Menunggu Jodoh yang Tak Kunjung Datang, Foto Dulu Di Bagian Depan #eh

Setelah puas melihat-lihat dan mencoba kuliner serta melihat selintas kebudayaan Arab di kota tercintaku Palembang, kamipun berpisah dan kembali ke rumah masing-masing. Banyak lagi destinasi wisata Palembang yang akan kuceritakan di catatan-catatan berikutnya.

Don’t stop dreaming, because everything comes from dream :)

5 comments:

  1. Rame ya acara di hari minggu, kami datang sabtu dak serame itu, kamu jomblo ya kaaak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih pinky traveller sudah mampir
      Endingnnya itu, down banget hehe

      Delete
    2. Makasih pinky traveller sudah mampir
      Endingnnya itu, down banget hehe

      Delete
  2. Semoga Al-Munawar makin kece ke depan. Lemaklaaa yang nyuboin Shisha.

    omnduut.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mudah2an pemerintah kota palembang semakin kece dengan program2nya

      Delete