bloom

flash

Friday, November 4, 2016

TRAVELLING TANPA BUAH TANGAN: Doakan Teman Disaat Bepergian



 
Bagi teman-teman traveller, kata keramat “jangan lupa oleh-oleh ya”, pasti langsung sakit telinga, apalagi jika yang ngomong tergolong bukan teman dekat, bukan sahabat, bukan tetangga, bukan ketua Rt, bahkan bukan satu Rw ---apa hubungan nya ya #mikir keras*, padahal cuma kenal-kenal aja dan jarang banget ketemu, pas ketemu nanya oleh-oleh, enaknya nih orang dikasih kentut sambil lari ---jangan ditiru*.


Ada lagi yang lebih gokil yang ngomong gini, “nitip ini ya”, “tolong cariin ini ya, di ....” padahal nggak nitip uang, padahal bisa jadi barang yang disebutnya tadi nyarinya nggak mudah plus mahal pula #tepokJidat. Kalau dah ketemu yang gini paling enak pas dia ngomong langsung ditinggal pegi tanpa permisi ---kayak jelangkung*.
 
http://smubr.com/wp-content/uploads/2016/03/116.jpg?ebbb96
Terus ada juga yang mungkin yang lebih membuat kuping dan hati lebih panas ---eit baper deh kalau dah main hati*. Yang paling tidak disukai para traveller sejagat raya pastilah tipe orang yang nyinyir a.k.a kepo. Kalau ngomong tuh asal keluar tanpa bobot, misalnya gini “wuih banyak duit nih jalan-jalan terus” atau “kok bisa ya dia jalan-jalan terus, gajinya kan tidak seberapa” dengan nada menyindir. Tipe ini paling tidak disukai oleh traveller manapun. Tipe yang seperti ini sih seharusnya dimusnahkan di dunia ini #lebay.

Berikutnya ada juga tipe yang sepertinya agak care dengan kita, tapi kita sendiri malah menggangap orang tersebut malah butuh piknik biar bisa melihat dunia lebih lebar, tak hanya dari lubang kunci. Biasanya orang seperti ini bicaranya gini, “jalan-jalan terus, apa ga sayang duitnya, mending duitnya buat beli ini, beli itu”. Ok lah tipe ini masih bisa dimaafkan, asal jangan keseringan ngomongnya hehe.

Tipe berikutnya adalah tipe horror bagi jomblowan dan jomblowati a.k.a single ---seperti saya*. Kalimatnya dikit tapi mengena banget di hati. Mau tahu???????????? kalimatnya gini loh “jalan-jalan terus, nikahnya kapan”. Saya yakin kalimat itu bisa membuat harimu yang tadinya berwarna menjadi hitam kelam bagaikan kena sambaran petir yang cetar membahana, melintas di cakrawala uhlala #eh. Tipe orang yang seperti ini masuk list nomor 1 yang tidak mau ditemui kapanpun.

Tipe terakhir adalah yang membalas air susu dengan air tuba. Misalnya kita sudah susah payah bawain oleh-oleh ke dia dan dengan indahnya dia memuji kita dengan jawaban “ini aja ya oleh-olehnya, disini juga banyak” atau “ya cuma ini aja ya, kirain mau ngasih barang bagus”. Dan tak perlu saya jawab manusia macam ini mau diapakan ---sabar mas sabar*

Mungkin yang paling cepat untuk menjawab semua tipe orang-orang diatas adalah “duit gue terserah gue, kok loe yang sibuk, mau oleh-oleh tranfer dulu”. Ini jawaban yang paling sederhana dan paling mengena, dijamin yang suka nanya oleh-oleh pasti agak sungkan untuk komentar lagi dua kali ---ya iyalah, sadis banget sih mas, ga suka dedek #what the......

Tapi, uhuk minum dulu ya..
Saya akan mencoba cara yang lebih persuasif dan lebih bijak menghadapi peminta oleh-oleh dan orang-orang yang mungkin bagi kita suka nyinyir kalau kita bepergian, berikut sedikit tips dari saya yang cuma remah-remah roti ini:

https://wahyusyafiul.files.wordpress.com/2015/03/oleh-oleh-logo.gif

Pertama, hilangkan kebiasaan memberi oleh-oleh.
Pernah suatu hari kakak ku kuajak untuk travel ke Malaysia, kakak ku ini mengiyakan dan terbangnya pun masih lama ketika aku menawarkan. Ketika sudah mendekati hari untuk terbang, si kakak ku yang ganteng siapa dulu dong adiknya ini terlihat ragu. Penasaran, akupun bertanya, “Kakak jadi nggak perginya? Dia jawab, “Duh dananya kayaknya tidak cukup”. “Tidak cukup darimana, jelas-jelas lebih kak duit kakak buat survive disana”. Ternyata dia takut duitnya tidak cukup untuk beli oleh-oleh buat kawan-kawannya di kantor dan teman-temannya.

Dari kisah diatas, dapat dipastikan kalau kakak ku itu belum pernah jalan-jalan. Begini ya teman-teman. Sah-sah saja kalau kita mau memberi oleh-oleh kepada orang lain, apalagi kalau kategorinya sudah keluarga atau sahabat karib. Tapi ingat, dana kita cukup atau tidak, cukup tidak untuk bertahan selama di kota atau negeri orang, kalau tidak cukup ya mau tak mau tidak usah mikirin oleh-oleh. Justru dari sini ketahuan mana yang bener-bener teman.

Kedua, jangan takut dibilang pelit dan dibenci teman karena tak memberikan oleh-oleh.
Yang kedua ini masih berhubungan dengan tips pertama. Jangan takut kehilangan sahabat karena tak memberi oleh-oleh. Justru, sahabat yang baik biasanya tidak meminta dibawakan ini-itu, sahabat yang baik pasti lebih berharap temannya datang dan pergi dalam keadaaan sehat dan selamat. Kalau ada yang bilang pelit anggap aja itu angin lalu. Tebalin aja kuping, lama-lama bakal musnah sendiri orang yang ngomong itu kalau tidak ditanggapi terus ---let it go let it go.

Ketiga, cobalah tawari trip bareng dan tunjukan perjuangan kita agar dapat terbang.
Biasanya orang yang suka membicarakan kita adalah orang yang yang belum pernah bepergian. Ada baiknya untuk mencoba membangun hubungan lebih baik lagi, apalagi jikalau kita sering bertemu orang tersebut. Siapa tahu malah nanti jadi travelmate kita.

Sesekali cobalah tawari orang-orang yang suka usil ngomong dan suka menekan kita ---adonan roti kali*, tunjukan kepada dia kalau untuk bisa trip itu tidak mudah. Ceritakan bagaimana perjuangan mendapatkan tiket promo, kita susah payah tidur sangat larut ---bukan karena begadang nonton film atau nongkrong ya*, demi mendapatkan tiket super murah kita rela menunggu sampai jam promo diberlakukan, paling sering jam 12 malam baru promo dimulai. Dan, untuk mendapatkan tiket promo harus gerak cepat, satu jam saja kita terlambat, bisajadi tiket promo termurah itu sudah raib ---seperti mantan. Belum lagi susahnya mendapatkan cuti kalau kita termasuk pegawai kantoran yang punya cuti sangat minim, contohnya saya sendiri. Juga beri tahu berapa biaya makan, biaya transport dan berapa harga barang-barang kecil yang disiapkan sebagai oleh-oleh jika sudah di negara lain.

Keempat, keluar negeri itu murah, coba bandingkan pengeluaran kita.
Biasanya orang sudah ngeri duluan kalau dengar terbang ke luar negeri. Terkadang, teman-teman saya terkaget kalau tahu berapa budget sekali terbang. Mereka tidak percaya kalau saya terbang dari Palembang ke Kuala Lumpur cuma sebesar 300 ribu rupiah, ya betul 300 ribu ---tapi tunggu promo dan begadang seperti yang saya bilang tadi*. Coba terangkan kalau kita ini lebih prefer ke travelling daripada sekedar shopping. Coba tanyakan pada teman-teman anda berapa biaya yang mereka keluarkan untuk sekedar belanja tas atau baju. Bisa jadi 2 kali lipat atau bahkan berlipat-lipat dari harga tiket pesawat tadi.
http://www.foxandhoundsdaily.com/wp-content/uploads/2014/05/bigstock-Budget-11456087.jpg
Untuk lebih mudah target yang paling ampuh coba tanyakan pada perokok, ---kebetulan saya sudah berenti hehe* coba tanya berapa biaya rokoknya dalam sebulan, misalnya sehari satu bungkus, kita ambil harga standar perbungku sebesar 15 ribu rupiah, dikali 30 hari berarti sebesar 450 ribu rupiah sebulan, nah loh kalau 6 bulan berarti dah hampir 3 jutaan. Itu sudah bisa buat ke Hong Kong PP loh, kenapa saya patoki 6 bulan, karena tiap terbang biasanya saya minimal perlu 6 bulan untuk nabung dan menahan diri untuk tidak belanja-belanja. So perokok, masih mau bilang kalau tak mampu jalan-jalan?

http://www.thegaptek.com/wp-content/uploads/2015/09/Tips-Menabung-untuk-Masa-Depan-Simak-Cara-Unik-ini2.jpg
Kelima, ajarkan untuk menyisihkan uang khusus untuk travelling.
Kalau kita sudah memberi tahu lika-liku dan perjuangan kita serta member tahu semua rincian biaya seperti tips sebelumnya. Kalau teman kita mulai tertarik untuk mencoba bepergian bersama kita, ajarkan untuk konsisten dalam menyimpan uang, kalau saya sih siapkan satu celengan khusus, setiap hari diisi sebesar 15 ribu atau 20 ribu atau semampu anda setiap hari ---anggap aja kayak beli rokok hehe* dan silahkan buka setelah anda merasa cukup. Ingat cara ini harus konsisten dan anda sudah memiliki uang lebih diluar kebutuhan primer. 

https://www.fancygreetings.com/public/images/cardimages/Have-a-Safe-Flight0.jpg
Demikian beberapa tips singkat dari saya, mudah-mudahan sedikit mengubah pola pikir dan cara pandang dari kedua belah pihak. Semoga bermanfaat bagi traveller dan teman-teman yang suka meminta oleh-oleh. Mari hilangkan kebiasaan meminta-minta pada teman yang sedang bepergian. Sssttt saya baru tahu loh, ternyata orang kita aja yang suka minta oleh-oleh, kalau orang luar biasanya bilang seperti ini have a nice trip, safe flight, enjoy your holiday.

Don’t stop dreaming, because everything comes from dream.

7 comments:

  1. Wong yang nulis artikel cem ini getabasa
    .
    .
    .
    .
    .
    Trus apo kabar tulisan yang di blog omnduut.com itu buahahahaha.

    SAY NO TO MAJAK MAJAKI UWONG MINTA OLEH-OLEH.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kiroi nak ngajak perang tadi hahah
      Ruponyo samo bae wkwkwk

      Delete
  2. Aku sih dak pernah minta oleh-oleh, sebelum dia berangkat. Tapi setelah pulang masih nanya iseng,ada oleh2 gak. Eh dak nyangka dapat, tuh oleh2 dari deddy buang.

    Rezeki emak sholeh 😋

    ReplyDelete
  3. Aku sih dak pernah minta oleh-oleh, sebelum dia berangkat. Tapi setelah pulang masih nanya iseng,ada oleh2 gak. Eh dak nyangka dapat, tuh oleh2 dari deddy buang.

    Rezeki emak sholeh 😋

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cak itu yeh koh deddy huang
      Jadi aq cuma apalah apalah
      #salfok

      Delete
  4. Nyesek Kebangetan Kalo ada yang ngomong gitu ke kamu.#sokprihatin #terusditabok Kalo aku beli oleh oleh tergantung budgetnya cukup nggak aja. Nggak minta oleh oleh, tapi sering kejatuhan oleh oleh teman yg travelling #rezekianaksoleha

    ReplyDelete