bloom

flash

Monday, December 19, 2016

TRIP 2 HARI DI SINGAPORE



Menjelang penghujung tahun ini ada banyak visi yang belum terselesaikan, masih banyak rencana yang dibuat diawal tahun yang belum terealisir. List-list yang harus dicapai bahkan tak sampai 70% yang tercontreng. Rencana tinggal rencana, akhirnya keadaan dan dompet juga yang menentukan hasil ---ini bahas apa ya mas?.

Daripada menyesali nasib dan menunggu jodoh yang tak kunjung datang #eh kebetulan di pertengahan bulan ada libur 3 hari, tepatnya 3 hari dua malam. Daripada cuma bengong di rumah aku akhirnya memutuskan untuk liburan selama 2 hari di Negeri dengan icon Singa dan sehari di Batam.


Setelah membeli tiket, booking hostel, dan mengumpulkan informasi seputar transportasi dan living cost disana akhirnya aku dan satu orang temanku berangkat dari Palembang, berikut saya yang tampan coba paparkan rincian perjalanan dan living cost sepanjang yang bisa saya ingat, semua cost saya konversikan ke rupiah semua, kita anggap saja 1 Dollar Singapore sebesar Rp. 10.000:

Hari Pertama
Sabtu sore aku bersama temanku Hatta take off dari bandara Palembang dan sampai di Changi airport Singapore sekitar jam 4.30 sore waktu setempat. Kesan pertama ketika sampai di Bandara ini “LUAS”, dari turun pesawat menuju ke imigrasi aja mungkin sudah hampir setengah jam, mungkin karena kali perdana kami jadi mencari-cari tempatnya. Di bandara saja kami sudah kegirangan, banyak sekali spot yang instagramable untuk difoto, tak kami lewatkan kesempatan untuk foto-foto di bandara ---kelihatan kan mas dari kampungnya*.
Changi Airport
Ketika di bandara ini, kami ketemu rombongan bapak-bapak berwajah oriental semua yang sama-sama satu pesawat. Rasanya beruntung banget bisa bertemu mereka ---seberuntung ketemu aku kan mas #no, walaupun rata-rata sudah berumur, tapi gahol banget dan sangat membantu kami menemukan sampai ke arrival. Ketika di imigrasi aku selalu mencoba untuk mengajak petugasnya ngobrol biar tidak kaku dan biar mudah juga lolos #modus.
Changi Airport
Ketika sedang memeriksa passportku, mulai trik sok akrab ku keluar, “this is my first time visit Singapore” dengan senyum manis memikat. Langsung dijawab officer itu dengan ramah, “really?” kamu dengan siapa kesini, jawabnya (saya translate ke Indonesia). Bersama teman di sana sambil menunjuk temanku yang sedang antri imigrasi juga. Petugas itu kembali bertanya apakah temanku juga baru perdana, dan kujawab iya. “So how? You first time, he is also the first time” dan dengan kalem kujawab “Just see the map”. Dan passportku pun dicap, tinggal menunggu giliran temanku, ternyata temanku ini juga lebih modus, dia pura-pura kebelet mau ke toilet, omaigat tak salah pilih travelmate kali ini.
Changi Airport
Setelah keluar dari imigrasi kami dan bapak-bapak yang satu pesawat dengan kami mencari tempat kedatangan, selama di jalan menuju kedatangan kami tak berenti-berenti tertawa karena celetukan dari bapak-bapak gaul ini dalam bahasa Palembang. Tak kurang dari satu jam untuk estimasi waktu dari turun pesawat sampai menuju pintu kedatangan. Dari Changi airport kami menuju ke stasiun Rafles, karena kami sudah booking hostel di daerah Boat Quay.

Untuk menuju kemanapun, lebih kusarankan menggunakan MRT, karena jangkauan MRT disana sudah mega canggih. Saat di stasiun MRT bandara, kita bisa memilih untuk membeli Standart Tourist Past (STP) yang bisa digunakan selama 1 sampai 3 hari dan bisa direfund sisanya, atau juga bisa membeli langsung di konter tiket untuk sekali jalan. Selain itu juga bisa menggunakan kartu multiple yang bernama Ezlink yang bisa digunakan di banyak moda transportasi disana. Berhubung sejak di Palembang saya sudah meminjam Ezlink teman, disana kami tinggal top up sebesar Rp. 200.000,- untuk bekal perjalanan selama dua hari disana. Untuk STP juga saya perkirakan sebesar itu juga.
View dari teras hostel
Langsung saja kami menuju ke hostel, di daerah Boat Quay kita bisa mencapainya melalui stasiun Rafles atau Clarke Quay. Kami memilih dengan ke Rafles dengan transit dari Tanah Merah ---kirain  Tanah Abang mas stopnya*. Setelah sampai kamipun sedikit jalan kaki sembari bertanya-tanya dimana Boat Quay. Sepanjang jalan kami sudah dimanja dengan bangunan-bangunan tinggi dan sungai yang indah.
Boat Quay
Setelah sampai hostel kamipun beristirahat sejenak dan menunggu malam untuk keluar menyusuri daerah Boat Quay. Hostel yang murah di Singapore dominan dengan konsep dormitory, artinya dalam satu kamar kita bergabung dengan orang lain, dan jumlah bed dalam satu kamar bervariasi, ada yang 4 kasur 1 kamar, ada juga yang 8 kasur dalam 1 kamar. Untuk perempuan ada kamar khusus perempuan, dan ada juga yang campuran. Bed yang kami sewa sebesar Rp. 250.000,- per malam. Di kamar kami bersama dengan orang Jerman dan Malaysia.
Boat Quay, dekat hotel
Hostel yang kami pilih sangat rekomen, posisinya tepat di dekat Singapore river, dan sangat dekat sekali dengan Marina Bay yang menjadi tujuan banyak pelancong, dan juga dekat dengan land mark nya Singapore yaitu Merlion. Hostel ini juga sudah dilengkapi wifi gratis dan free sarapan mulai jam 6 sampai 10 pagi. Untuk penghematan kami sudah membawa bekal untuk makan malam #tetep, dan pemandangan dari teras hostel ini awesome, kami habiskan makan malam kami berupa mie cup dengan santai dan sembari menikmati pemandangan dari teras ---pasti memandangi cewek-cewek bule ya mas*.
Marina Bay
Setelah selesai makan, kamipun mandi, di hostel menyediakan juga bathroom dengan shower air panas atau dingin. Selesai mandi kamipun jalan kaki ke Merlion yang berseberangan dengan Marina Bay. Jarak dari tempat kami menginap kira-kira hanya 10 menit jalan kaki, dan sepanjang jalan kaki kesana mata dimanja dengan keindahan suasana sungai yang romantis di malam hari ---sayang ga sama aku ya mas #pait, bangunan megah yang indah, lampu-lampu penerang yang super indah, dan juga patung-patung yang terukir rapi.
Merlion, wajb foto disini hehe
Sampai di Merlion spot, kami langsung saja mengeluarkan kamera, setiap sudut dari sana sangat sangat sangat sangat SANGAT instagramable untuk dijadikan background foto. Tentunya yang menjadi sasaran utama adalah patung Merlion yang mengeluarkan air dari mulutnya. Untuk berfoto harus extra sabar kalau mau dapat angle yang bagus untuk berfoto di dekat Merlion, karena ketika kami datang pas lagi musim liburan, rame sangat. Dan hari pertama kami cuma kami habiskan di Marina Bay dan kembali ke hostel dengan duduk-duduk di teras sambil kembali menikmati pemandangan yang tak akan bosan untuk dilihat.

Hari Kedua
Jam menunjukan pukul 06.30 pagi waktu setempat, langsung menuju kamar mandi dan setelah berganti pakaian kami sempatkan untuk sarapan ---ya iyalah, gratis kan mas* menu sarapan berupa roti dengan bermacam-macam selai, buah dan ada lagi menu lain yang aku tak ingat namanya. Di teras ini juga menyediakan minuman free dari mesin pembuat minumannya dan bisa kapan saja kalau mau minum. Minumannya bisa berupa teh tarik, cafucino, latte dan lain sebagainya.
Stasiun Little India
Selesai sarapan tujuan pertama kami adalah Little India, kembali menggunakan MRT kami langsung menuju kesana. Bagi teman-teman yang perdana kesana seperti saya, tidak perlu kuatir, MRT disana sangat mempermudah kita, dan disana juga kita bisa bertanya dengan menggunakan bahasa kita, karena banyak dari orang Singapura menggunakan bahasa Melayu. Tinggal pilih saja stasiun mana yang akan kita datangi dan tinggal lihat papan petunjuk yang akan memberi tahu dimana tujuan kita selanjutnya. Di dalam kereta juga ada petunjuk kita sedang berada di mana dan sedang menuju kemana.
Little India

Setelah kurang lebih 15 menit kami sampai di Little India, tak salah kalau disebut dengan Little India, karena from head to the toe kita akan melihat pernak pernik india lengkap disini. Saya yang notabenenya adalah penari india kegirangan dan tak sabar untuk meng-explore Little India. Disaat menapakkan kaki pertama, langsung terlihat patung cendrawasih yang sangat bagus untuk difoto ­---ih ga jauh-jauh pasti foto mas*. Di daerah Little India ini kita benar-benar berasa sedang di perkampungan India. Rata-rata wajah yang terlihat seperti di sinetron-sinetron India yang sering ditonton sekarang, ntah film apa karena aku tak terlalu suka #curhat. 
Little India
Sehabis dari Little India, kami menuju Sentosa Island, rasanya tempat ini wajib dikunjungi ketika kita berlibur ke Singapore. Dari Little India kita menuju Harbor Front untuk ke Sentosa, setelah sampai di Harbor Front, naik lagi Sentosa Express, antrinya lumayan panjang, ah bukan lumayan tapi panjang banget. Sebaiknya kalau ke Singapore jangan di hari libur, padat merayap.
Harbor Front Plaza
Sesampainya di Sentosa, semua sudut Sentosa benar-benar wow, kamera dslr baruku langsung jeprat jepret kesana sini ---sombong banget mas #hehe. Tujuan yang utama di sini pastilah ke Universal, melihat antriannya yang super panjang, nyali kami ciut, sumpah aku tak sanggup melupakanmu melihat antrian panjang itu. Akhirnya kami cukup puas mengelilingi bagian luarnya saja. Di luar saja sudah lumayan buat sekedar upload foto di sosmed hehe.
Sentosa
Puas di Sentosa kamipun kembali lagi ke Harbor Front, ternyata tiket untuk ke Sentosa tadi langsung PP, jadi ketika pulang jangan takut ya tidak pegang tiket lagi. Fyi di Harbor Front sendiri kalian bisa berpuas-puas untuk foto atau sekedar window shopping atau malah belanja beneran. Banyak sekali titik indah yang bisa dijadikan background untuk mengambil foto atau sekedar selfie.
Sentosa
Dari Harbor Front kami melankutkan ke stasiun Bugis, kami putuskan untuk makan siang di daerah ini. Biaya makan yang menurut kami yang paling murah disitu adalah Rp. 70.000,- sekali makan ---itu yang murah mas? Gimana yang mahal* dibandingkan dengan daerah Boat Quay tempat kami menginap yang rata-rata sekali makan mulai dari Rp. 120.000an.
Makan di Bugis
Selesai makan kamipun menyusuri pasar di Bugis ini, kalau di Kuala Lumpur mungkin mirip seperti Petaling Street, barang-barang souvenir disini lumayan masih bersahabat di kantong dibanding dengan tempat-tempat lainnya yang sudah kami datangi. Setelah belanja beberapa barang dan puas keliling-keliling, kamipun kembali ke hostel karena sudah lumayan capek dan kaki sudah cenat-cenut. Malamnya kami kembali ke Marina Bay sebentar untuk sedikit memuaskan diri menikmati keberadaan kami yang terakhir di Singapore malam itu.
Pasar Bugis
Setelah selesai kembali seperti malam sebelumnya, menikmati Singapore river dari teras hostel dan menikmati minuman gratis dari hostel sambil berbincang-bincang dengan teman sekamar kami. Ada sedikit pengalaman dikamar kami. Ketika aku sedang di toilet, ternyata teman sekamar kami yang berasal dari Johor Bahru terjatuh ketika mau turun dari kasurnya yang di atas, kasur di sana bertingkat. Akhirnya kami pun pindah ke atas, karena tak enak dan kesian, keesokan paginya kami pun menuju Batam melalui Harbor Front. Berikutnya akan kubagikan cerita trip dadakan di Batam dan bertemu supir baik hati disana.

Secara singkat, inilah biaya kami selama 2 hari disana
- Biaya MRT selama 2 hari Rp. 200.000,-
- Biaya hostel 2 malam Rp. 500.000,-
- Biaya makan siang di Bugis Rp. 70.000,-
Biaya tersebut bisa berubah tergantung dengan selera hotel dan makan setiap orang, saran saya carilah hostel atau hotel yang menyediakan sarapan karena besarnya biaya sekali makan disana. Kalau bisa bawa mie cup atau cemilan untuk makan malam. Dan juga pinjam saja ezlink teman kalau ada hehe.

Dont stop dreaming, because everything comes from dream.

5 comments:

  1. Jadi makan cuma 1x selamo 2 hari di sg?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hari pertamo datangnyo lah sore koh haha, bawak be snack, men aq pasti ke 26 dulu sebelum berangkat, bawak pempek sekantng :v

      Delete
  2. transit pak wo bukan translate hehehe, apo namo hostelnya tu di Boat Quay?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kan diterjemahi bik :)
      Hotelnyo 5.foot.inn
      Banyak cabangnyo

      Delete
  3. Boleh juga nih, tips ke Singapore nya. Semoga besok aku bisa kesana #akupastibisa! Btw, hotelnya jauh gak dari jalan utama?

    ReplyDelete