bloom

flash

Monday, January 30, 2017

APA BAGUSNYA INDONESIA?




Sumber gambar sini
Pernah suatu hari temanku yang cantik membuat status di sosmed “pengen deh bisa jalan-jalan ke negara A dan B”. Seketika ada yang komen “apa bagusnya ke negara tersebut cuma ada ini dan itu, mending ke negara C aja, lebih menarik banyak ini dan banyak itu”. Yang membuat status tadi belum pernah keluar negeri, dan yang komen tadi sudah beberapa kali melakukan perjalanan luar negeri. Aku hanya bisa tersenyum getir karena aku juga ikut komen sebelumnya dan memberi saran untuk menabung dan mulai giat mencari tiket promo.

Sumber gambar sini
Dan si komentator masih berlanjut, “kalau aku sih liburan maunya yang begini, ada ini-nya ada itu-nya, males kalau cuma gedung-gedung tinggi kayak negara A dan B”. Baiklah aku lanjut senyum aja lagi karena mungkin memang dia sudah banyak sekali jalan-jalan diluar sana. Yang lebih kupikirkan adalah pembuat status tadi, pastinya dia berkecil hati (menurutku), ke negara tetangga seperti Malaysia atau Singapura (kita ibaratkan saja A dan B itu Malaysia dan Singapura, dan C adalah negara di Eropa) saja mungkin baginya adalah hal yang besar dan perlu usaha tinggi agar tercapai. Akan tetapi malah tanggapan sinis yang didapatnya, dan yang komen tidak sadar status keuangan mereka jauh berbeda.

Apa bagusnya Malaysia dan Singapura, hanya gedung-gedung tinggi, kalau aku sih lebih suka ke negara yang banyak candi-candi, atau ke tempat yang banyak pantainya seperti Malldives biar sekalian ngabisin duitnya puas tidak nanggung. Begitu kira-kira lanjutan si komentator tadi, kali ini aku cukup mengelus dada, nih orang kayaknya jalan-jalannya aja yang banyak, tapi kok pikirannya nggak nggak open minded banget ya. Benar di Singapura banyak gedung-gedung menjulang tinggi, wahana seru dan tak terlalu banyak pemandangan alam yang bisa kita nikmati disana.

Tapi bagi aku orang kampung ini melihat gedung-gedung tinggi di Singapura dan segala sisi kotanya merupakan hal yang sudah mewah dan jarang bisa kutemui di dalam kotaku sendiri Palembang tercinta. Dan ketika dia berkata demikian juga untuk Malaysia, protes besar berkecamuk di hatiku. Mungkin yang dia maksud lebih spesifik adalah Kuala Lumpur yang sudah maju dan banyak juga gedung-gedung atau bangunan megah disana, dan tak banyak menawarkan hiburan untuk pelancong expert (seperti dia).

Sumber gambar sini
Anehnya, justru aku menikmati ketika berada di Kuala Lumpur dan Singapura, ya maklum seperti kataku tadi, orang kampung macam aku ya pasti senang banget bisa melihat gedung-gedung tinggi nan megah yang jarang kuliat sehari-hari. Dan anehnya lagi, justru aku mengamati betapa teraturnya sistem transportasi di Singapura dan Kuala Lumpur, bagaimana masyarakatnya yang sangat sadar kebersihan dan sangat modern serta menjaga segala fasilitas yang disediakan pemerintahnya. Kok malah itu ya yang jadi perhatianku selama jalan-jalan disana bukannya apa bagusnya Malaysia dan Singapura.

Memang apa bagusnya Malaysia, menurut saya sih banyak, apalagi Malaysia itu sungguh sangat luas tak hanya di Kuala Lumpur. Saya masih ingin menelusuri lagi lebih jauh di Malaysia seperti Melaka, Langkawi, Penang, Kuching, Serawak dan lain-lainnya bila saya diberi kemampuan dalam waktu dan finansial. Tak masalah kalaupun di cap passport saya banyak dari negara yang sama karena passion setiap traveller itu berbeda-beda. Kalau masih berkata Malaysia itu apa bagusnya, mungkin harus lebih explore lagi sejauh mana sudah menyusuri Malaysia.

Sumber gambar sini
Suatu ketika ada temanku yang berkunjung ke Kamboja dan ketika aku bertanya bagus tidaknya Kamboja, temanku menjawab sinis ga ada bagusnya, sudah panas, pemandangan ga ada yang bagus, yang ada cuma bangunan tua. Di satu hari lain, aku juga bertanya kepada teman lain yang juga ke Kamboja pada hari lain dan aku mendapat tanggapan berbeda. “Kamboja bagus banget, banyak bangunan bersejarah dan aku betah berjam-jam disana.” Baiklah, sekarang aku sedikit mengerti dengan “apa bagusnya” negara Kamboja. Dari kedua traveller diatas, dapat dipastikan kalau passion mereka berdua berbeda, ada yang lebih suka dengan keramaian dan hiburan, dan yang satunya lebih menyukai tempat-tempat yang menyimpan banyak kenangan sejarah.

Jadi apa bagusnya Kamboja, tergantung dari sudut mana anda melihat dan dari segi apa anda menyukai Kamboja. Tentunya tak hanya Kamboja, dalam setiap negara tak lazim dan tak patut diberi gelar dengan kata “apa bagusnya” ini, karena setiap negara punya ciri khas dan spot-spot tertentu yang patut untuk dikunjungi dan diselami. Entah itu berupa budaya, cara masyarakatnya, dan dari segi tatanan lingkungan hidupnya, setiap tempat di belahan dunia ini punya hal yang pasti “bagus” dan layak untuk didatangi.

Aku mencoba untuk membalikkan sudut pandang pembaca dari komen di status kawanku tadi dan mencoba untuk menjadi objek yang ditanya. Ibaratkan saja aku ini adalah warga negara Malaysia atau Singapura. Ketika seseorang bertanya “apa bagusnya Malaysia” sebagai warga negara Malaysia tentunya aku akan menunjukkan apa saja yang layak untuk kutampilkan dan indahnya negaraku. Tentu aku akan sangat tidak suka bila ada orang diluar negara Malaysia berkata “apa bagusnya Malaysia cuma ada ini dan itu”.

Sumber gambar sini
Dan sekali lagi aku coba memandang dari sudut yang berbeda, jikalau komen dari si empunya tadi ditujukan kepada ku dengan kalimat “apa bagusnya Indonesia?”. BANYAKKKKKKKKKK sekali yang bagus di Indonesia, bahkan semuanya bagus untuk dikunjungi, dari timur sampai ke barat, utara ke selatan Indonesia menyajikan budaya, sejarah, hiburan, kesegaran, keindahan, kearifan dan banyak lagi sudut yang indah dari bumi nusantara ini.

Dalam setiap kunjunganku ke luar negeri, aku selalu berupaya untuk memberitahukan bagusnya negeriku, baiknya orang-orang di tanah negeriku. Masih pantaskan kalimat “apa bagusnya” tadi untuk ditujukan pada suatu negara? Masih layak-kah kata tersebut terlontarkan dari seorang traveler yang sudah melanglang buana ke banyak negara? Entahlah, lihatlah dari kacamatamu. Because travelling is not about how many stamps you got on your passport or how many pictures shared on you social media.

Dont stop dreaming, because everything comes from dream.

6 comments:

  1. wuihh, indonesiaaaa...
    werbiasayahhh

    ReplyDelete
  2. saya baru sadar loh mas feri,
    blognya bagus sekali, namun display kita sepertinya agak mirip ya. hahaha

    salam blogger mas

    mampir ya

    www.cekcarlie.cf

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin kita jodoh mas *ngakak sampai tejengkang

      Delete