bloom

flash

Tuesday, January 31, 2017

KAMU SAKIT APA?




Beberapa saat yang lalu aku tak sengaja membaca status facebook dari blogger kece www.omnduut.com tentang adab menjenguk teman yang sakit dari artikel blog myburumpi.wordpress.com  yang di-share di berandanya. Setelah membaca blog tersebut, I am 100% agree, even I can’t more agree. Sadar atau tidak kebiasaan yang kita lakukan saat menjenguk teman atau keluarga yang sakit malah memperburuk keadaan yang sedang sakit --what? tanya kenapa*.

source
Dari beberapa hal yang dipaparkan tersebut, aku sangat sangat sangat sangat kesal dengan beberapa point terutama becandaan yang mungkin tanpa sadar menjatuhkan semangat si penderita penyakit. “Kemaren tetanggaku juga sakit gini, susah emang sembuhnya”, “kemaren si anu juga sakit gini, terus sekarang udah ga ada orangnya”, hello cukup bercanda atau berkata seperti ini, teman yang sakit justru lebih butuh kata-kata penyemangat.

Dari banyak status update di berbagai sosmed seperti bbm, facebook, whatsapp dan lain sebagainya, sekarang sudah banyak kulihat yang memposting foto dengan orang yang dibesuk. Sah-sah saja kalau orang yang dibesuk tadi mau, tapi mbok ya minta izin dulu kalau mau dipublikasikan. Belum tentu dia mau fotonya disaat sakit disebarluaskan, please ini juga privasi.

source
Dalam tulisannya juga menyatakan kebiasaan yang mungkin memperburuk keadaan si penderita seperti: datang bergerombol, padahal belum tentu tempat yang didatangi bisa menampung banyak orang; membesuk dalam waktu yang lumayan panjang, padahal yang dibesuk tadi butuh istirahat karena sedang sakit, karena terlalu asik diajak bicara dan bercerita malah si penderita sampai lupa sedang sakit sehingga malah setelah dibesuk jadi lebih memperburuk kondisi penderita.

Yang paling tidak baik menurutku dan paling ingin kuceritakan disini adalah kebiasaan bertanya kalau orang sedang sakit. Bila teman kerja yang tidak masuk karena sakit banyak yang kepo bertanya “kamu sakit apa”, “sejak kapan sakit”. Mungkin niatnya baik sebagai bentuk care, tapi banyak yang tidak sadar, sekali lagi *sakit itu juga privasi* tak semua orang mau memberi tahu dia sakit apa, tak semua orang juga suka diperlakukan kasihan ketika sakit.

Di tempatku bekerja (dulu), seperti halnya kebanyakan kantor-kantor swasta (atau mungkin juga pns) setiap kita berhalangan hadir kita pasti disuruh memberi surat keterangan dari dokter kalau kita memang sakit. Lucunya di tempatku kerja itu selain harus memberikan keterangan yang benar dari dokter, kami juga diwajibkan mencantumkan obat-obat apa saja yang dituliskan oleh dokter untuk kita sebagai resep. Aku benar-benar tidak menerima secara lahir batin peraturan satu ini, itu sama saja memberi tahu jenis penyakit apa yang kita derita dengan sangat sangat detail.

Mungkin bagi sebagian orang menanyakan penyakit ke orang lain sudah hal yang lumrah, dan mungkin sah-sah saja kalau memang sudah keluarga terdekat agar dapat membantu secara cepat dan tepat. Tapi bagi yang bukan anggota keluarga dekat atau bukan orang yang dirasa bisa diajak berbagi hal yang bersifat privasi sebaiknya segera kurangi kebiasaan untuk bertanya tentang penyakit orang lain. Tidak semua orang nyaman ketika ditanyakan penyakitnya, baik penyakit ringan apalagi penyakit yang membutuhkan perawatan intensif.

source
Mengutip dari salah satu teman facebook ku yang tinggal di negara kulkas di Oslo, dimana kebiasaan disana ketika seseorang sedang sakit. Pihak kantor hanya diperkenankan untuk menerima surat rekomendasi dari dokter dan tidak diberi tahu sakit apa dari karyawannya. Tak hanya dalam perusahaan, dalam lingkungan sosialita dan masyarakatnya pun demikian. Mereka menganggap penyakit adalah hal yang privasi dan bukan hal yang umum untuk dibicarakan.

Banyak hal yang butuh dipraktekkan untuk saling respek satu sama lain dalam lingkungan hidup dan bersosial, tak terluput dari adab ketika teman sedang sakit. Membesuk teman yang sakit adalah kebiasaan yang baik bahkan agamapun menyarankan, asal tetap menjaga keadaan orang yang dibesuk tetap nyaman dan memberikan nasehat serta mengucapkan kata-kata yang menyemangati, bukan malah sibuk selfie dan mengupload di sosial media (parahnya sekarang banyak yang mengupload foto orang yang baru meninggal, bahkan banyak yang berselfie di kuburan, damn). Terkadang ada orang-orang yang justru tidak terlalu suka dibesuk saat mereka sedang sakit.

Semoga apa yang kutulis ini bisa diterima secara positif dan dicerna mana yang baiknya dan tidak menggurui, aku menulis artikel kali ini murni karena jengah dengan attitude kebanyakan orang-orang yang mungkin tidak sengaja dilakukan saat salah satu teman atau tetangganya sedang sakit. Mulailah saling mengingatkan satu sama lain dan lebih respek dengan privasi orang lain.

Dont stop dreaming, because everything comes from dream.

5 comments:

  1. Blogger KECEbong hehe. Setuju, jangan berdalih perhatian tapi ngeganggu perasaan orang dgn pertanyaan-pertanyaan yang menjurus privasi.

    Omnduut.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. setubuh jugo, eh setuju
      hayati lelah dengan pertanyaan2 privasi

      Delete
  2. Kalo perusahan mungkin udh peraturannya hrs ada diagnosa dari dokter..karena sering ada aja yg niat bikin surat sakit palsu 😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. jingok dulu jugo sakitnyo bik, waya2 sehari pake diagnosa uhlala

      Delete
  3. Bener tuh, kadang kalau orang penting yang sakit. Bisa ramai terus yang jenguknya. Mangkanya kalau jenguk memang pas jam jenguk dan gak usah lama-lama.

    ReplyDelete