bloom

flash

Sunday, January 8, 2017

MANFAAT TRAVELLING DALAM PERGAULAN DAN SOSIALITA


Travelling is not about how many stamps you got on your passport or how many pictures shared on your social media --uhuk, sampai terbelit lidah mau ngucapin Inggris :D*. 

Sumber foto sini
Banyak orang yang berfikir kalau travelling hanya untuk refreshing atau hanya sekedar melepas penat setelah sekian waktu bekerja --bisa juga lari dari kenyataan*. Selain cuma sebagai pelepas penat yang lelah seperti hati yang sudah lelah #eh, masih banyak lagi manfaat yang sangat-sangat berguna bagi kita sebagai traveller.


Berbicara tentang manfaat travelling, tentunya mencakup segala aspek yang begitu luas untuk diterangkan dalam catatan kecil saya --tapi hatiku besar kok*. Sebelumnya, pernah dipaparkan manfaat traveling bersama sahabat, dii catatanku kali ini, aku akan mencoba untuk memaparkan beberapa manfaat yang kita dapat dalam travelling, khususnya dalam dunia pergaulan dan bersosial, check it out.

MENGASAH KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI
Setelah bepergian dari satu tempat ke tempat lain, tentunya kita harus mendapatkan informasi mengenai transport, lokasi tempat yang mau didatangi dan belanjaan murah dan lain sebagainya. Selain dari mbah google yang memberi tahu banyak tentang segala informasi, tentunya ketika di lapangan, mau tak mau kita harus berkomunikasi dan bertanya kepada warga lokal setempat.

Sumber foto sini
Tentunya untuk bertanya membutuhkan bahasa sekitar --ya iyalah, anak kecil juga pasti tahu*. Terkadang banyak orang tak berani bepergian ke negara lain karena takut kendala bahasa, padahal disini kita melatih cara kita berkomunikasi. Jangan takut kalau bahasa Inggris kita pas-pasan, justru disini kita akan berlatih bagaimana berkomunikasi dengan baik.

Semakin sering berkomunikasi dengan warga lokal, semakin banyak wawasan yang kita dapat. Dan, tanpa sadar kita sudah melatih kemampuan kita berkomunikasi #uhlala. Hal ini akan sangat besar keuntungannya bagi kita, baik dalam dunia kerja, pergaulan, bahkan dalam berbisnis.

LEBIH BAIK DALAM MENGONTROL EMOSI

Sumber foto sini
Beruntunglah ketika bepergian dengan yang menyeramkan #what?. Maksudnya ketika kita bertemu travelmate yang membuat perjalanan menjadi horror atau sangat tidak menyenangkan, tentunya kita akan melatih emosi kita agar tetap menikmati perjalanan yang sudah terlanjur berbayar. Selain travelmate yang menyebalkan, terkadang juga situasi di jalan banyak diluar dugaan. 

Sumber foto sini
Ketika berhadapan dengan situasi diluar ekspektasi kita, kita akan berfikir keras supaya tetap kondusif dan rencana yang sudah dibuat tetap berjalan lancar. Dari berbagai kejadian pahit yang kita hadapi --sepahit kisah hidup* semakin membentuk dan membiasakan diri agar lebih terkontrol secara emosional. Mungkin anda akan kapok untuk bepergian dengan orang yang sama, tapi tanpa disadari emosi kita semakin lebih terjaga dan lebih baik lagi.

Sumber foto sini
Saat kita sudah bisa mengatur emosi disaat situasi genting atau tidak sesuai harapan, hal ini akan sangat mempengaruhi sikap anda menjadi lebih penyabar dan lebih bijak dalam setiap keadaan. Orang yang penyabar biasanya akan lebih disukai dan lebih dipercaya untuk dijadikan pemimpin --pemimpin rumah tangga sepertinya*. Ketika kita sudah bisa mengontrol emosi lebih baik, biasanya kita akan selalu dipermudah dalam kehidupan sosial dan dunia kerja.

LEBIH BAIK DALAM BERSOSIAL DAN LEBIH PERCAYA DIRI
Setelah terbiasa mengasah komunikasi dan emosi sudah bisa terkontrol dengan lebih baik, seiring waktu kadar percaya diri kita juga akan berubah secara signifikan. Kalau kita dulunya tergolong pendiam dan tidak suka berbaur --pengalaman pribadi*, pengalaman selama di perjalanan yang memaksa kita untuk harus berkomunikasi dengan warga lokal dan orang-orang baru akan memberikan manfaat pada diri kita dalam lingkungan sehari-hari. 

Sumber foto sini
Karena rasa percaya diri yang sudah mulai terbangun untuk mendekatimu, eh maksudnya untuk bersosial dengan lingkungan dan pergaulan sehari-hari. Peningkatan mutu kita sebagai makhluk sosial akan mulai sedikit terbangun dan memberi efek yang lebih baik dalam komunikasi baik dalam  individual maupun kelompok sosial. 

Sumber foto sini
Rasa percaya diri yang terbangun dengan sendirinya ini, membuat kita lebih baik lagi dalam berhubungan dengan orang lain. Dengan demikian, kita akan selalu menjadi orang yang dinanti dalam ruang lingkup yang kita ikuti --seperti menanti pasangan*.

MUDAH BERADAPTASI DENGAN LINGKUNGAN BARU DAN EASY GOING
Terbayang ketika sulitnya harus mengikuti cara hidup masyarakat di luar negeri, atau makanan yang benar-benar tidak selera di lidah. Itu mungkin tak hanya di luar negeri, bahkan di dalam negeri kita pun banyak sekali perbedaan culture yang terkadang sangat berbeda ketika kita bertandang di tempat lain. 

Sumber foto sini
Banyak orang mendapatkan culture shocked ketika baru pertama kali melakukan travelling atau ke tempat yang benar-benar berbeda budaya dan makanannya --saya yang tampan ini  contohnya*. Untuk bertahan, mau tak mau kita harus mengikuti cara hidup sekitar, atau kita tidak akan menikmati perjalanan yang sudah kita rencanakan.

Tentunya bukan hal mudah untuk membiasakan diri beradaptasi dengan lingkungan dan cara hidup yang baru. Cobalah untuk mempelajari dengan lebih sering berinteraksi dengan warga lokal dan melihat cara hidup mereka. Semakin banyak kita berinteraksi dan belajar, semakin mudah bagi kita untuk bila harus datang lagi ke tempat yang sama atau menjadi bekal untuk mencoba lagi cara berbaur di tempat lain.

Sumber foto sini
Selagi kita mampu untuk membaur dan mengikuti pola dan cara hidup di suatu tempat, sepertinya kita akan selalu menikmati setiap perjalanan yang kita lakukan. Tak hanya di perjalanan, hal ini juga berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari. Orang yang dapat dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan baru biasanya akan lebih easy going dalam pergaulannya --bukan pergaulan bebas ya*.


CELAH UNTUK MENCARI PENGHASILAN SAMPINGAN
Jikalau sudah sering bepergian dan sering meng-upload foto-foto atau video perjalanan kita yang cetar di sosial media. Coba liat tanggapan dari viewers atau teman-teman di sosial media kita. Kalau rame dan banyak komen positif, mungkin sudah saatnya kita membuatnya menjadi penghasilan –mau banget kalau dah gini*.
Sumber foto sini
Jangan gunakan media sosial hanya untuk update status tak jelas dan selfie tak abis-abisnya --terserah orang sih sebenarnya*kalau kita rajin update dan punya waktu banyak untuk online. Cobalah mulai merilis blog atau kalau kita suka merekam perjalanan kita seperti dokumenter, cobalah menjadi vblog.

Semakin banyak pengunjung yang datang atau penonton yang berkunjung, kesempatan untuk membuat penghasilan akan lebih banyak. Ketika blog atau vblog sudah mulai banyak pengunjung, kita bisa mencoba untuk membuat kolom untuk iklan. Dengan kesabaran dan ketekunan serta komitmen, kita bisa menggaet iklan untuk masuk di blog atau vblog kita.

Sumber foto sini
Tentunya tidaklah mudah untuk menjadi blogger atau v-blogger terkenal dan ramai dikunjungi tulisan dan videonya. Cara penulisan dan video yang ditampilkan haruslah menarik dan mempunyai teknik yang baik pula. Anggap saja dulu sebagai room pribadi seperti halnya diary dan cobalah berkreasi sebanyak-banyaknya. Fokuslah pada kualitas yang ditampilkan, jangan hanya mengejar fee dari tulisan.

Demikianlah tadi manfaat travelling dari segi sosialita dan pergaulan, semoga bermanfaat.

Dont stop dreaming because everything comes from dream.

5 comments:

  1. Replies
    1. Makasih, amin
      Apo blognyo ye? Pcaklah nak mampir

      Delete
  2. Makin banyak travelling mmg sech emosi lebih stabil, karena sudah banyak melihat kehidupan luar jadi tau arti bersyukur dll

    ReplyDelete