bloom

flash

Thursday, February 23, 2017

TRIP SINGAPORE MALAYSIA VIA DARAT



Pernah suatu kali aku memutuskan untuk mencoba trip Singapore ke Malaysia melalui jalur darat dengan moda angkut bus. Perjalanan kami mulai dengan naik MRT menuju stasiun Bugis di Singapore, ketika sampai di stasiun Bugis, langsung saja kami mencari Queen ST, sempet muter-muter dan bertanya kesana kemari sampai-sampai hopeless dan hati lelah, ternyata letaknya tak jauh dari stasiun MRT tadi.

Petualangan mulai dari stasiun Bugis bersama travelmate Arman
Di penghujung Queen Street ini terdapat semacam pangkalan bus ke banyak tujuan, kami langsung membeli tiket berdua untuk ke Larkin, Johor Bahru. Tiket satu orang dikenai seharga 3,3 Dollar Singapore. Dan petulangan untuk mencari jodoh dimulai #eh. Setelah menunggu sekitar 5 menit, bus pun mulai berjalan menuju Larkin. Sebaiknya siapin snack dan minuman selama di jalan karena perjalanannya lumayan panjang dan bus tidak berenti untuk istirahat.


Lama perjalanan kurang lebih sekitar 2 jam sampai 2 jam 30 menitan sejauh yang bisa kuingat, tergantung keadaan lalu lintas, dalam perjalanan dari Queen ST ke Larkin ini kita akan berenti 2x untuk stempel passport di imigrasi. Tiket yang dibeli tadi jangan sampai hilang untuk menyambung bus, bus tidak mesti yang sama, yang penting dengan nama ekspedisi yang sama barang jangan lupa selalu dibawa, sebaiknya jangan bawa banyak barang kalau memilih jalur ini --namanya juga travelling, kalau banyak minggat namanya*.

Tiket bus dari Queen menuju Larkin
Pemberhentian pertama adalah cek passport untuk keluar dari Singapore, disini antriannya tidak terlalu panjang dan setelah selesai proses imigrasi kamipun langsung kembali lagi mengejar bus lagi. Penting sekali lagi agar selalu menjaga tiket bus, kalau sampai hilang mungkin bakal sedikit ribet atau membeli tiket baru.

Selanjutnya kita akan berenti lagi untuk proses cap passport lagi untuk memasuki Malaysia. Ketika antri disini aku berbarengan dengan sebuah keluarga BESAR. Mereka kuhitung sekitar 15 sampai 20 orang, mungkin sedang berlibur sekeluarga. Yang membuat wajah tampanku berubah jadi masam seketika adalah keluarga ini seenaknya pindah-pindah antrian. Dan tak hanya sekali, mereka berpindah-pindah ke tempat lain yang dilihatnya lebih sedikit antriannya.

Kalau sekedar pindah-pindah ke belakang antrian baru terserahlah, ini pindah-pindahnya didepan ku loh. What the f*ck is wrong with this family, itu pikirku saat itu. Setelah berkali-kali kuliat dan kuraba akhirnya aku naik pitam juga. Hampir saja aku bentak orang tuanya, seketika ada anaknya yang menoleh dengan senyum manis, rasa kesal tadipun hilang, dan ternyata yang membuat tambah semakin enak mereka orang India. Fyi kalau sudah mengenai India aku langsung lupa diri –padahal fokus di cantiknya*.

Selesai passport di cap, resmilah kami jadi pasangan, eh bukan-bukan tapi resmi masuk ke Malaysia, dan kembali kami menyambung bus dengan merk ekspedisi yang sama. Perjalanan kami berhenti di stasiun Larkin di Johor Bahru, rute bus yang kami beli dari Queen Street. Dan selanjutnya kami melanjutkan perjalanan untuk menuju ke Kuala Lumpur.

Suasana di tempat makan Larkin
Kami sempat istirahat dan memilih untuk makan dulu sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kuala Lumpur. Harga makanan di resto-resto seputaran stasiun Larkin ini  menurutku lumayan murah, mulai dari 8 rm. Menu-menu makanan khas seperti nasi kandar, nasi lemak, dan menu lainnya juga tersedia.

Selesai makan kamipun mencari konter untuk membeli tiket, tiket normal dari Larkin ke TBS (Terminal Bersepadu Selatan) adalah 35 Ringgit Malaysia. Disini banyak sekali calo-calo yang menawarkan tiket. Harus tegas mengatakan tidak pada mereka karena biasanya mereka sangat teguh dan keukeh nawarin tiket. Harga yang dipatok oleh mereka rata-rata 50 Ringgit, bagi yang tidak tahu mungkin akan langsung membeli --kami korbannya hehe*. Pokoknya kalau tidak mau membeli lebih mahal beli langsung di konternya.

Selanjutnya perjalanan berikutnya menuju TBS, perjalanan ini akan memakan waktu kurang lebih 4 sampai 5 jam --mantap ya*. Ketika diperjalanan kami bersebelahan dengan ibu dan anak dari warga lokal. Sebaiknya dalam perjalanan ini dipakai untuk beristirahat atau tidur-tiduran. Bus akan berenti cuma satu kali untuk makan, ke toilet atau membeli makanan untuk dimakan dalam bus. Dan bus kami pun sampai di stasiun TBS, selanjutnya tinggal melanjutkan dengan LRT menuju KL Sentral.

Dont stop dreaming, because everything comes from dream.

17 comments:

  1. Selesai passport di cap, resmilah kami jadi pasangan >>> semoga gak ada yang cemburu baca tulisan ini.

    Oke sip, 3 dolaran sekarang. Masih lumayan murah ketimbang jalan kaki atau ngesot :D

    omnduut.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. kok aku langsung ingat sama si I ya hahahha

      Delete
    2. Ikut ngakak disini ah :D wkwkwkw

      Idem ama si Har...semoga kalian berdua cepat menuju ke penghulu ya ;)

      Delete
    3. Babangnya arman udah siapin mantra santet.

      #mbak Dewi, amiiiin

      Delete
    4. bagian akhir diaminkan banget
      duh si babang arman, hitz

      Delete
  2. Belum ada cita-cita ke singapura nih. Selain mahal, belum ada duit juga. hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. ga terlalu mahal asal ngirit disana :D

      Delete
    2. Soalnya saya terpengaruh sama tulisan di baju kaos. Kalau Singapura itu mahal, banyak dendanya. Buang permen karet sembarangan kena denda, ,meludah sembaranganny katanya kena denda juga.

      Delete
    3. ya namanya singgah ke rumah orang bang, wajib ikutin aturan rumahnya, kalau mahal kayaknya emang deh :D

      Delete
  3. Weleh, sudah ke Singapore aja nih. Nggak ngajak ngajak nih..

    ReplyDelete
  4. Asyik ya kalau trip via darat. Kebayang bagaimana ngecek identitasnya heheehhe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi ga kebayang antriannya itu loh, 3 jam, lelah hayati

      Delete
  5. diriku juga milih lewat darat sih. lebih hemat juga dan sukanya singgah di Malaka heheheh sebelum ke KL

    ReplyDelete
  6. Manjah,. Makan sepiring berdua.., awas gek I cemburu :p

    ReplyDelete