bloom

flash

Sunday, June 4, 2017

MENYIKAPI KEBERAGAMAN GENDER DAN SEKSUALITAS SECARA GLOBAL

Source


Setiap makhluk di bumi ini diciptakan berpasang-pasangan, dalam setiap bentuk pasti akan ditemui pasangannya. Ada kaya ada si miskin, ada tinggi ada yang rendah, ada yang hidup ada yang mati, ada yang baik ada yang jelek, dan lain sebagainya. Pun demikian dengan manusia sendiri, ada laki-laki dan perempuan. Sejatinya perempuan dan laki-laki sudah ditentukan sejak lahir terkecuali dalam beberapa kasus tertentu dimana seseorang yang mengalami kelainan dapat memiliki dua kelamin sekaligus.

Secara naluriah, perempuan kebanyakan akan tertarik pada lawan jenisnya dan sebaliknya laki-laki secara seksual akan menyukai perempuan ketika mereka sudah menginjak usia pubersitas dan beranjak dewasa. Hal ini juga menandakan perkembangan seksualitas mereka bekerja dengan semestinya.

Dalam setiap hal, akan selalu ditemui keragaman dan keunikan yang mungkin akan terlihat berbeda atau bahkan tak lazim bagi sebagian orang. Sebagaimana dijelaskan diawal, sejatinya pria akan secara nalurinya ketika beranjak dewasa akan menyukai perempuan sesuai seleranya. Hal ini akan ditunjukkan dengan sikapnya yang mungkin gugup ketika berada di dekat sang target yang diincarnya. Begitupun perempuan yang sedang menyukai seseorang, kemungkinan akan merasakan getaran yang sama.

Akan tetapi, pada kenyataan yang terlihat, akan kita temui juga beberapa kesukaan antar gender yang beragam. Seorang pria bisa juga menyukai pria lain secara seksualitas, dan sebaliknya ada juga perempuan yang menyukai sesama jenisnya. Secara umum disebut dengan homo dan lesbian, atau yang paling umum sekarang secara universal disebut LGBT.

LGBT sendiri terdiri dari Lesbian, Gay, Biseks, dan Transgender. Lesbian adalah orientasi seks sesama jenis antar sesama perempuan. Gay merupakan kecenderungan pria yang menyukai pria lainnya. Biseks adalah orientasi seks yang menyukai keduanya (laki-laki dan perempuan). Dan, Transgender adalah istilah yang dipakai untuk orang yang berpenampilan atau berperilaku tidak sesuai dengan jenis kelaminnya.

Perkembangan LGBT ini juga beragam, di negara Barat LGBT sudah berkembang sejak tahun 1960-an, pada tahun 1988 Amerika resmi melegalkan LGBT. Dan sekitar tahun 1990-an LGBT resmi berkembang di beberapa negara di Eropa. Denmark merupakan negara pertama yang melegalkan pernikahan sesama jenis. Kemudian, diikuti oleh Nepal pada tahun 2008, dan semakin berkembang di beberapa negara di Eropa dan Amerika. Sedangkan di beberapa belahan negara lain, keberadaan LGBT masih merupakan momok yang menakutkan dan dianggap bagaikan penyakit menular yang mesti dijauhkan. Bahkan menunjukkan diri sebagai salah satu dari LGBT akan mendapat hukuman yang berat di beberapa negara.

Perkembangan LGBT sendiri di Indonesia juga masih tertutup dan tidak terlalu menampakkan diri seperti halnya di negara-negara bebas. Dikarenakan Indonesia masih memegang banyak tradisi lama dan juga mayoritas agama di Indonesia yang tidak membenarkan adanya orientasi seksual yang beragam ini.

Meskipun demikian, masih bisa dilihat di beberapa tempat di kota-kota di Indonesia meskipun tidak terang-terangan seperti di beberapa negara yang melegalkan keberagaman orientasi seksualitas ini. Salah satu contoh yang paling menunjukkan diri di Indonesia adalah salah satu transgender (laki-laki yang bertingkah seperti perempuan). Warga kita biasa menyebutnya waria (wanita pria), waria di sebagian kota di Indonesia dapat ditemukan di setiap sudut kota.

Keberadaan waria di Indonesia sudah sedikit lebih dimaklumi dan masyarakat Indonesia juga rata-rata sudah terbiasa dengan keberadaan waria di sekitar mereka. Kebanyakan waria ini bekerja sebagai pekerja salon kecantikan, tukang jahit dan lainnya. Akan tetapi, pergerakan waria ini juga sangat dibatasi di Indonesia. Karena benturan agama dan budaya yang sangat kuat di Indonesia, para waria tersebut hanya dapat bekerja dan hidup bersosialita secara terbatas pula.

Sedangkan untuk gay dan lesbian, keberadaan mereka masih sembunyi-sembunyi, karena pandangan masyarakat yang belum terlalu terbuka seperti di beberapa negara barat dan Asia yang sudah terbiasa dengan keberagaman seksualitas ini. Meskipun demikian, ada beberapa dari gay atau lesbian ini yang cukup terbuka kepada teman-teman mereka, dan banyak juga yang sudah menerima keadaan tersebut. Pun ada juga yang tidak bisa menerima dan memilih untuk menjauhi temannya karena takut atau tidak nyaman.

Pernah suatu hari, saat di Jakarta dan menginap di sebuah hostel, iseng aku bertanya pada salah satu pegawainya apakah ada tempat untuk “main” di sekitar situ. Dan jawabannya diluar ekspektasi, “bang biasanya di sebelah kiri lorong itu banyak, kalau mau yang laki abang masuk lagi keujung terus belok kanan.” Aku hanya tersenyum dan menjawab dengan terima kasih karena hari sudah sangat larut dan aku sudah capek karena pesawat yang kutumpangi delay dan terjebak macet sebelum sampai di hostel.

Karena tanggapan dan sikap yang berbeda dari masyarakat sekitar dan teman mereka, banyak dari kaum gay atau lesbian ini memilih untuk menutupi keberadaan mereka ketimbang mengespos kebenaran tentang jadi dirinya. Banyak alasan yang melatar belakangi tindakan mereka untuk tidak memberi tahu yang sebenarnya, diantaranya yang paling mereka pikirkan adalah respon dari keluarga besarnya. Keluarga merupakan benturan paling keras yang akan mereka hadapi ketika memberi tahu jati dirinya.

Pemandangan tentang LGBT ini terlihat sangat kontras ketika saya berada di salah satu kota di Thailand, di Phuket. Di sepanjang jalan ketika saya keluar untuk menikmati liburan disana, saya selalu bertemu dengan kaum ini. Tak hanya dijalan, bahkan ditoko-toko tempat kami berbelanja pegawainya juga banyak waria. Untuk outfit dan tampilan make up, mereka lebih totalitas dan terlihat ”lebih bersih” dan merawat diri dengan mahal ketimbang banyak waria yang sering kita lihat di Indonesia (di beberapa tempat tertentu). Dan dasyatnya lagi, pertunjukkan para waria ini menjadi daya tarik tersendiri di Phuket. Untuk menyaksikan aksi mereka di panggung merupakan hiburan yang tak murah, kita harus membayar sejumlah yang lumayan bagi kantong kita. Bahkan ada beberapa film khusus gay yang cukup terkenal dari negara ini.

Demikian pula ketika seorang temanku berada di sebuah negara Eropa, dimana sesama jenis bisa berlaku layaknya pasangan pria dan wanita seperti kebanyakan. Tak jarang ditemui ketika sesama pria sedang bercumbu atau melakukan kontak fisik seperti berciuman di jalan-jalan. Dan masyarakat sekitar kota sudah terbiasa dan mengganggap mereka sebagai hal yang lumrah. Dalam kehidupan sehari-hari mereka juga melakukan kegiatan selayaknya masyarakat pada umumnya. Dan memiliki kehidupan sosial yang tak berbeda dengan masyarakat sekitarnya.

Secara lebih global, banyak artis-artis internasional yang sudah secara terbuka mengumumkan orientasi seksual mereka ke sesama jenis. Mereka tetap eksis di dunia hiburan dan tetap menjadi sorotan sebagaimana layaknya artis yang mempunyai banyak penggemar. Untuk film gay sendiri, kebanyakan pemain atau pelakonnya adalah pria yang straight yang mempunyai orientasi seks pada wanita. Tetapi mereka mampu memerankan dengan apik dan sangat berkesan gay, bahkan mereka melakukan adegan intim layaknya pasangan sesama jenis, tak jarang mereka bahkan mendapatkan penghargaan film internasional atas aktingnya.

Secara global dan universal, keberadaan kaum LGBT ini bukanlah hal yang luar biasa, karena mereka ada sama halnya seperti masyarakat pada umumnya. Dan mereka juga bisa bekerja di bidang apapun yang mereka bisa bila diberi kebebasan yang setara. Dan mereka juga bisa berkarya sama hebatnya seperti warga negara yang seharusnya. Sikap mereka akan tergantung seutuhnya pada tindakan dan perlakuan orang lain terhadapnya. Terlepas dari keberagaman gender dan seksualitas tersebut, mereka tetaplah manusia. Dan untuk respon dan tindakan kita, kembali pada diri kita masing-masing untuk menerima atau tidak keberadaan mereka di sekitar kita. Apa yang dipaparkan disini adalah bentuk dari keberagaman gender dan seksualitas dari sudut pandang secara global.

3 comments:

  1. Wuih tumben nulis kayak gini. Mano cerito jalan2 di India edisi selanjutnyo? :D

    omnduut.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekali2 nulis yang kontroversi wkwkwk, india lah di draft galo :d

      Delete
  2. woo pakwo paham nian dunia beginian, pengalamannya banyak caknyo, ti ati gek disensor dianggap pendukung LGBT:)))

    ReplyDelete