bloom

flash

Thursday, June 8, 2017

NGERI-NGERI SEDAP POLISI MALAYSIA



Kringgggg, bunyi alarm di handphone berbunyi, pertanda kami untuk memulai lagi perjalanan kami di Malaysia. Ya ini hari ketiga kami di Kuala Lumpur, saat itu aku bersama adik bungsuku dan dua orang temanku Arman dan Marzuki. Hari ini kami berkeliling di Kuala Lumpur dari Batu Caves, Genting, Colmar. Setelah kembali ke hotel, malamnya aku sudah berjanji bertemu dengan salah satu teman yang sudah saling  berkomunikasi sebelumnya melalui couchsurfing.


Setelah berkomunikasi via telpon dan whatsapp, kamipun akhirnya bertemu, santun dan ramah, ya itulah kesan pertamaku melihat dia. Tanpa banyak basa basi dia langsung menyuruhku dan yang lain ikut masuk ke mobilnya untuk mengantar kami kembali ke hotel dan bersih-bersih serta berganti pakaian sebelum berjalan-jalan lagi dengannya.
Setelah mandi, ganti baju dan tingkat kegantengan kembali lagi jadi 100 persen, akupun menemuinya kembali diluar hotel. Sembari menunggu yang lain kami sempat sedikit ngobol yang tak penting untuk sekedar membunuh waktu. Setelah semua selesai kamipun diajak teman baruku ini jalan-jalan menikmati malam di Kuala Lumpur.

Malam di Kuala Lumpur tak jauh beda dengan kota-kota besar yang pernah kudatangi, hiburan malam, kuliner dan perhelatan dunia malam sebagaimana kota maju yang banyak dikunjungi pelancong di dunia. Kami menyempatkan diri mengunjungi daerah Kampung Melayu untuk makan bersama. Di Kampung Melayu ini banyak ditemui ragam kuliner yang rata-rata cocok di lidah kita orang Indonesia.

Kami sempat berkeliling di seputaran KL Tower, atas request Arman yang ingin sekali berfoto dengan background tower ini. Setelah mendapat spot yang bagus untuk berfoto, kamipun segera berenti dan menghabiskan beberapa menit untuk cuma sekedar berselfie dan wefie dengan latar belakang KL Tower ini.

Setelah KL Tower, kami melipir bersama kearah KLCC (lagi), view Twin Tower dan daerah sekitaran KLCC di malam hari merupakan daya tarik tersendiri daerah ini. Kami banyak menghabiskan waktu disini sembari ngobrol dan melihat-lihat sekeliling serta menikmati view indah yang ada di sekitar kami ini. Sungguh malam yang indah, seandainya ada kamu disitu :D.

Dirasa cukup dan hari sudah menunjukkan mulai tengah malam, kamipun berjalan-jalan di mobil teman couchsurfing tadi. Kami hanya jalan-jalan santai sembari menikmati pemandangan yang dilewati dari mobil. Sudut demi sudut, tepi demi tepi, semakin kagum dengan tatanan kota ini, alangkah rapi, indah dan teraturnya kota ini.

Sedang asyik-asyiknya mengobrol seraya mobil berjalan, perjalanan jadi sedikit melambat, mataku segera melihat keluar gerangan apa yang membuat jalan yang tadinya lancar dan mulus menjadi sangat lambat. Ternyata sedang ada pemeriksaan random oleh polisi-polisi sebagaimana kebanyakan razia yang sering terlihat di kotaku.

Karena kami tak membawa barang-barang yang aneh dan berbahaya, kami santai saja menunggu giliran kami yang diberhentikan. Menunggu tetaplah hal yang tak kusukai, meskipun kali ini cuma menunggu dalam hitungan yang tak sampai 30 menit. Setelah mobil di depan kami selesai digeledah dan ditanya-tanya, tibalah giliran kami.

Pertama-tama teman baru kami, empunya mobil yang turun dan diperiksa, selanjutnya giliranku dan yang lainnya. Tak hanya kami, mobil pun tak luput dari pemeriksaan kalau-kalau ada barang aktif yang berbahaya. Dan seperti yang seharusnya, kami bersih tanpa bawaan apapun yang membahayakan. Dari tampangku yang imut saja sudah ketahuan kok kalau kami ini bersih dan tidak berbahaya #gubrak.

Setelah selesai digeledah, kami disuruh duduk di stan dadakan yang disediakan untuk duduk bagi para polisi dan orang-orang yang sedang diperiksa, dan kamipun disuruh kesana. Awalnya sih, aku tetap kalem (dan ganteng) seperti tak ada apa-apa, toh memang kami tidak ada yang mesti ditakutkan. Dan saat tiba di stan kami cuma ditanya darimana, kenapa malam-malam begini masih keluyuran.

Sebenarnya aku mau jawab “terserah gue dong pak, hidup-hidup gue kok kalian yang repot”, tapi karena aku ini low profile kujawab saja kalau kami ini tourist Indonesia dan ingin menikmati suasana malam di Kuala Lumpur. Dan salah satu petugas kemudian meminta kami untuk menunjukkan passport kami masing-masing.

Aku kembali ke mobil untuk mengambil passportku, ya aku sudah terbiasa untuk selalu membawa passport kalau kemana-mana selagi liburan di negeri orang. Kuambil tas di mobil yang berisi seluruh passport kami. Dan, disini drama manjah dimulai, ternyata aku lupa membawa passportku, dan adikku juga tadi menitipkan passportnya padaku tadi sebelum kami jalan.

Aku mulai panik mencari-cari tapi passport kami tak kunjung kutemukan --sama seperti jodoh yang sampai sekarang belum kuketemukan :D*. Biasanya aku tak pernah lupa sekalipun membawa passport tiap jalan. Tapi kali ini aku sudah puas mengobrak-abrik seluruh isi tas berkali-kali dan tetap tidak ketemu passport kami.

Para polisi mulai mendekatiku dan menanyakan kembali dimana passportku dan yang lainnya. Bingung, aku sekenanya menjawab kalau passportnya tak ada. Kemudian salah satu dari mereka menanyakan lagi dimana passportnya. Aku menjawab kemungkinan masih di hotel dan aku lupa membawanya.

“Kalau tak ada passport, kalian tidak diperbolehkan pergi”, begitu kira-kira perkataan salah satu petugas yang sedang memeriksa kami. Ohmaigot, haruskah aku berakhir di penjara Malaysia malam ini, kemudian aku masuk berita dan semua fans ku melihat ini #eh. Aku benar-benar bingung harus bagaimana saat itu.

Aku menyuruh teman-teman yang lain untuk mengecek tas masing-masing, kalau-kalau passportnya tersimpan di tas mereka. Marzuki menggeleng kalau tak ada di tasnya, begitupun adikku yang sudah pasti nihil karena tadi dia menitipkan padaku. “Punyaku ada”, kata Arman seketika dengan sedikit senyumnya.

Arman segera menunjukkan passportnya kepada para polisi tadi, dan setelah melihat dan mencocokkan dengan mukanya, polisi itupun menyerahkan kembali passport Arman. Aku bertanya lagi, bagaimana kelanjutan kami yang belum menemukan passport. “Kalian masih harus tetap berada disini”. Dan kembali cemas menghampiriku, entah harus bagaimana lagi.

Salah satu polisi menyuruh agar Arman dan teman baru kami tadi untuk kembali ke hotel dan mengambil passport kami dan kembali kesini lagi untuk membuktikan kalau kami memang tourist dan bukan pekerja ilegal yang banyak masuk di Malaysia. Segera Arman teman kami tadi melaju ke hotel tanpa membuang waktu lagi.

Sedangkan aku, Marzuki dan adikku menunggu dengan harap-harap cemas, aku kembali berfikir keras apakah passport kami memang di hotel atau malah terjatuh ketika kami asyik jalan tadi. Bagaimana kalau passport kami tak diketemukan Arman, aku bahkan tak mau berfikir lagi dan segera mencoba mengusir takut dengan mengajak bapak-bapak polisi di sekitar kami berbincang. Sebenarnya mereka masih muda, rata-rata berumuran 20-30an.

20 menit menunggu dan belum ada kabar, aku mencoba menelepon Arman, untungnya aku sudah membeli kartu lokal setibanya kami di Kuala Lumpur. Arman menjawab teleponku dan berkata bahwa mereka baru sampai di hotel dan baru mau naik keatas. Segera kumatikan teleponku dan kembali berbincang dengan yang lain disitu.

10 menit kemudian kutelpon kembali, dan Arman menjawab kalau passportnya ketemu semua, sontak aku girang dan bahagia, rasanya seperti baru diterima pas nembak pacar pertama kali #eh. Segera Arman dan teman tadi menuju kembali ketempat kami tertahan di malam yang dingin dan penuh dengan lalu lalang jalan serta rentetan mobil dan kendaraan lain yang sedang dalam proses pemeriksaan.

Akhirnya Arman datang dan menunjukkan passport kami pada polisi, kamipun diperbolehkan untuk pergi. Sebelum pergi salah satu polisi berkata untuk jangan sampai terulang kembali, selalu bawa passport kalau sedang berada di negara orang, mungkin kali ini kalian beruntung lain waktu bisa jadi berbeda cerita. Kamipun pergi setelah sebelumnya sempat berpamitan dan mengucapkan terima kasih. Sungguh malam yang tak akan terlupakan dan memberi pelajaran yang akan selalu kami ingat.

Don’t stop dreaming because everything comes from dream.
*feri nigam

5 comments:

  1. Mungkin karena banyak TKI Ilegal jadinya polisi agak gimana gitu rasanya mas. Tapi insiden ketinggalan paspormu itu malah menjadi lebih berwarna :-)

    ReplyDelete
  2. untung masih selamat pakwo sekali ini, jadi pengaalman nian yo panas dingin, kalo aku gugup pas diperbatasan Thailand polisinya garang2 wajahnya

    ReplyDelete
  3. waduhh, ngeri2 sedaap ya bro Feri... tp seru & sangat inspiratif kisah prjalanan di malay ini! good travel, excelent blog!
    btw, jika bro Feri cs tertarik explore daerah timur, Manado bs jd trip berikutnya ya... ini cara mudah & murah ke sana: https://www.manadobaswara.com/cara-ke-bunaken-ala-backpacker/

    salam super trip!

    ReplyDelete
  4. aku deg2an baconyo, siapo tahu wowo jadi orang KL kan..

    "Kami sempat berkeliling di seputaran KL Tower" --> wowo berapo puteran keliling?

    ReplyDelete
  5. Seru nih perjalanan ke Malaysianya. Banyak spot seru ngga nih? gimana? masih mau eksplore Malaysia?

    ReplyDelete